Dark/Light Mode

Rawan Terjadi Di Bulan Ramadan

DKI Didorong Cegah Aksi Spekulasi Harga Pangan

Minggu, 9 Maret 2025 06:50 WIB
Anggota Komisi B De­wan Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Anggota Komisi B De­wan Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasokan pangan terpantau stabil. Meski begitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong untuk meningkatkan pengawasan perdagangan pangan untuk mencegah harga melambung mendadak akibat praktik spekulan.

Anggota Komisi B De­wan Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengungkapkan, pihaknya telah meninjau stok beras di Gudang Rice Plan Cipi­nang (RPC) milik PT. Food Sta­tion Tjipinang Jaya. Termasuk mengunjungi Pasar Induk Beras dan Palawija Cipinang di Jakarta Timur pada Rabu (5/3/2025).

Menurut Rio, terdapat lima poin penting yang harus diper­hatikan dalam menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ra­madan hingga Idul Fitri. Yakni, ketersediaan stok pangan, pendis­tribusian, kualitas pangan, harga terjangkau dan keamanan stok.

Oleh sebab itu, sambung Rio, perlu diperhatikan seluruh unsur, baik pemangku kepentingan maupun pemilik kepentingan.

Baca juga : Manchester United Vs Arsenal, The Gunners Makin Pede

“Karena selama ini yang mun­cul harga sering kali terlihat di luar jangkauan saat momen-momen tertentu, seperti Rama­dan dan Lebaran,” ujar Rio.

Karena itu, Rio mendorong jalur pendistribusian stok pangan harus diperhatikan secara serius.

Pasalnya, Pemerintah Pusat telah menetapkan Harga Pem­belian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani minimal sebesar Rp 6.500 per kilogram. Menurutnya, saat distribusi beras masuk ke pasar-pasar di Jakarta, secara otomatis pedagang akan kesulitan men­jual di bawah Rp 10 ribu. Hal itu dapat berimbas dari persoalan harga dan berdampak pada aspek inflasi perekonomian.

“Nah, ini kita cek betul distribusinya seperti apa. Harus diperhatikan selain jalur normal yang sudah di bawah naungan Pemerintah Daerah (Pemda),” tambah Rio.

Baca juga : Bawa Nuggets Menang Lawan Suns, Jokic Semakin “Menggila”

Politisi PDI Perjuangan itu mewaspadai aksi spekulan yang diduga kerap memanfaatkan mo­mentum Ramadan dan Idul Fitri untuk mengambil keuntungan dengan mematok harga tinggi kepada masyarakat.

“Kita sebagai DPRD itu mendapat tuntutan publik untuk me­mastikan dan mengawasi. Bahkan melakukan tindakan rekomendasi terhadap tindakan mereka (pelaku spekulan),” tegas dia.

Untuk itu, harap Rio, stabili­tas harga pangan tetap terjaga. Meski nyatanya harga pangan fluktuatif (naik turun).

“Jadi, stabilitas stok pangan dan harga menjadi penting un­tuk dilakukan kontrol secara reguler dan secara sistemik,” pungkas dia.

Baca juga : 12 Kader PSI Masuk FOLU Net Sink 2030, Menhut Jadi Sorotan

Gubernur DKI Jakarta Pramo­no Anung mengatakan, Pemprov berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama Ramadan dan Idul Fitri 2025. Sehingga ekonomi terus tumbuh dan inflasi terkendali.

“Secara historis saat bulan Ra­madan dan Idul Fitri, komoditas pangan bergejolak terdorong naik utamanya daging sapi, ayam potong, telur ayam, bawang merah, bawang putih, gula pasir dan minyak goreng,” ujarnya.

Pram mengungkapkan, Pem­prov akan menggelar Operasi Pasar dengan komoditas MinyaKita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pram bilang, Operasi Pasar perlu dilakukan mengingat ke­butuhan pangan di Jakarta di­perkirakan meningkat selama Ramadan dan Idul Fitri dengan kenaikan tertinggi pada daging sapi yang sebesar 17,38 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.