Dark/Light Mode

Biaya Hidup Di Jakarta Tinggi

Pendatang Baru Pilih Tinggal Di Bodetabek

Kamis, 10 April 2025 06:50 WIB
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersilakan warga luar daerah mengadu nasib di Jakarta. Namun, diharapkan para pendatang baru mempunyai tujuan jelas, keahlian dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menegaskan, Pemprov DKI juga tidak akan meng­gelar operasi yustisia usai libur Lebaran 2025. Apalagi, Jakarta masih menjadi tujuan utama para pencari kerja. Terlebih, tren urbanisasi justru marak terjadi di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

“Jakarta kan semuanya lebih mahal daripada di pinggiran. Nah itu yang terjadi sekarang,” ujar Rano di Jakarta, Senin (7/4/2025).

Baca juga : Screening Calon Pacar Kimberly

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta memprediksi, pendatang baru usai Lebaran 2025 menu­run. Hanya mencapai 10 ribu hingga 15 ribu. Angka ini lebih kecil dibanding Lebaran 2024.

Kepala Dukcapil DKI Jakarta Budi Alawuddin menjelaskan, jumlah pendatang itu berka­ca dari tahun 2024 sebanyak 16.207 orang. Angka tersebut menurun sekitar 37,47 persen dibandingkan tahun 2023 sebe­sar 25.918 orang.

Selain jumlah pendatang menurun, papar Budi, tren warga yang pindah keluar Jakarta me­ningkat. Pada 2024, pihaknya mencatat sebanyak 395 ribu warga mengurus kepindahan keluar dari Jakarta. Jumlah tersebut meningkat 38,48 persen dibandingkan tahun 2023, yakni 284 ribu orang.

Baca juga : Kondisi APBN Per Maret 2025: Pendapatan Meningkat, Pengeluaran Terkendali

Menurut Budi, tren ini mengindikasikan pembangunan sema­kin merata.

“Masyarakat kini memiliki banyak pilihan selain Jakarta,” ujar Budi.

Meski jumlah pendatang baru diprediksi menurun, Ang­gota Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta, Dinas Dukcapil melibatkan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk mendata pendatang baru.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.