Dark/Light Mode

Wawancara Khusus Dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Jakarta Menuju Kota Bisnis Internasional

Rabu, 28 Mei 2025 08:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemindahan ibu kota ke IKN (Ibu Kota Nusantara) tak akan menurunkan pamor Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Jakarta akan tancap gas menuju kota global dan pusat bisnis internasional.

“Ukuran kota global itu bukan soal jadi ibu kota atau bukan. Tapi seberapa optimal SDM-nya, sekuat apa infrastrukturnya, sehidup apa budaya dan teknologinya. Jakarta punya semua modal itu,” kata Pramono dalam wawancara khusus bersama Rakyat Merdeka, di Pendopo Balai Kota, Jakarta, Senin (26/5/2025).

Menteri Sekretaris Kabinet di era Pemerintahan Jokowi itu menyebut, kota-kota besar dunia seperti New York, mampu menjadi kota global nomor satu meski bukan ibu kota negara. Jakarta bisa mengikuti jejak serupa. Saat ini, Jakarta berada di peringkat 74 dari 156 kota global. Targetnya, naik ke peringkat 58 pada 2029.

Gubernur DKI menjelaskan langkah-langkah Jakarta menuju kota global dengan cukup rinci. Didampingi oleh Kadiskomin­fotik Budi Awaluddin dan Staf Khusus Gubernur Bidang Ko­munikasi Cyril Roul Hakim atau akrab disapa Chico Hakim. Dari Tim Rakyat Merdeka hadir Kiki Iswara Darmayana (CEO RM Group), Ratna Susilowati (Direktur Pemberitaan), Kartika Sari (Wapemred RM), Firsty Hestyarini (Pemred RM Digital), Bambang Trismawan (Redaktur Eksekutif) dan Khairizal Anwar (Foto/Videografer). Serta dua wartawan yang bertugas di Balaikota, Dede Iswadi Idris dan Fatimah Az Zahra.

Suasana saat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung diwawancarai Tim Rakyat Merdeka. Gubernur didampingi Kadiskominfotik Budi Awaluddin dan Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Cyril Roul Hakim. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

Baca juga : Mohammad Toha: Jangan Sampai Rakyat Bingung Dan Terbebani

Berikut petikan lengkap wawancaranya.

Bagaimana program priori­tas yang dikategorikan sebagai quick win maupun jangka menengah satu-dua tahun ke depan untuk Jakarta?

Prioritas utama Jakarta adalah mengatasi kemacetan. Saat ini, kami sedang membuka koridor-koridor baru trans­portasi umum. Sampai Agustus nanti, akan ada 7 koridor baru. Tiga di antaranya sudah beroperasi yaitu Alam Sutera–Blok M, Bekasi–Cawang dan PIK 2–Blok M. Respons masyarakat ternyata luar biasa. Terutama jalur Alam Sutera–Blok M yang awalnya ditargetkan 1.000 penumpang per hari, sekarang sudah tembus 4.500.

Rencana koridor berikutnya jalur mana lagi?

Baca juga : Aartje Tehupeiory: Sertipikat Elektronik Jadi Solusi Modern

Dalam waktu dekat, jalur Depok–Kuningan dan Bekasi–Kota. Ini penting karena kita ingin mengubah kebiasaan ma­syarakat dari naik kendaraan pribadi ke transportasi umum. Sekarang, sekitar 21 persen warga sudah sepenuhnya meng­gunakan transportasi publik. Target saya dalam lima tahun ke depan, bisa naik ke atas 35 persen.

Untuk mendukung ini, kami menggratiskan MRT, LRT, dan Transjakarta bagi 15 golongan warga Jakarta, termasuk ASN, mahasiswa, lansia, disabili­tas, dan lainnya. Ke depan, kami juga akan gratiskan untuk warga di luar Jakarta yang naik Transjabodetabek.

(Golongan warga yang gratis naik transportasi umum adalah tenaga kontrak di Pemprov DKI, peserta KJP, pekerja ber­gaji UMP lewat Bank DKI. Selain itu, penghuni rusunawa, warga Kepulauan Seribu, penerima Raskin Jabodetabek, serta anggota TNI-Polri, veteran, pengurus tempat ibadah, pendidik PAUD, PKK, dan peman­tau Jumantik-red).

Kebijakan apa saja yang bisa membuat masyarakat ter­tarik naik transportasi umum?

Baca juga : Gerindra Ajak Parpol Se-Asia Bangun Rasa Saling Percaya

Harus dibarengi dengan penyesuaian tarif parkir. Su­dah 15 tahun tarifnya tidak naik. Kami sedang kaji untuk menaikkan dan memberlaku­kan sistem cashless. Selain itu, setiap Rabu, ASN wajib naik transportasi umum. Hasilnya signifikan, ada kenaikan lebih dari 100.000 penumpang trans­portasi umum, padahal jumlah ASN hanya 62.000—artinya mereka mengajak keluarga juga.

Kami juga akan membangun rute-rute baru agar peruba­han pola ini semakin kuat. Bah­kan kami mempertimbangkan menerapkan sistem ERP (elec­tronic road pricing) seperti yang dulu dirancang zaman Bang Foke (Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo). Ini belum keputu­san, baru gagasan saya pribadi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.