Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DLH DKI Klaim Mutu Air Sungai di Jakarta Membaik Pada 2024
Jumat, 18 Juli 2025 19:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengklaim berdasarkan hasil pemantauan tingkat pencemaran sungai menunjukkan penurunan dari kategori cemar berat menjadi cemar sedang di sejumlah titik.
“Secara keseluruhan, mutu air sungai Jakarta selama empat tahun terakhir masih dominan cemar berat pada 36% hingga 71% titik pemantauan. Ini menandakan perlunya intervensi pengelolaan limbah dan perbaikan tata kelola air limbah domestik dan industri,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH DKI Jakarta, Erni Pelita Fitratunnisa, dalam keterangannya.
Setelah tiga tahun berturut-turut (2021–2023) didominasi oleh status cemar berat. Indeks Pencemar (IP) yang digunakan sebagai alat ukur menunjukkan adanya peningkatan kualitas air, meski sebagian besar titik pemantauan masih berada dalam kondisi tercemar. Cemar berat mendominasi pada tahun 2021 hingga 2023. Namun, pada tahun 2024 terjadi penurunan menjadi cemar sedang.
Menurutnya, penyebab utama pencemaran sungai di Jakarta berasal dari limbah domestik rumah tangga, terutama yang tergolong greywater, yakni air limbah dari aktivitas mencuci, mandi, hingga memasak.
Baca juga : Pemprov DKI Dan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gelar Paritrana Award 2024
“Air cucian piring serta air bekas memasak langsung dibuang oleh warga ke saluran air tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Tumpukan sampah di pinggir sungai juga menjadi sumber pencemar,” kata Erni.
Banyak rumah di kawasan padat dan kumuh belum memiliki sistem pengolahan limbah yang layak. Hal ini membuat seluruh limbah rumah tangga langsung mengalir ke badan air tanpa proses penyaringan.
"Seluruh limbah tersebut langsung dibuang, sehingga mencemari badan air,” tambahnya.
Tak hanya dari pemukiman, usaha kecil dan menengah (UMKM) serta beberapa sektor industri juga turut memperburuk kondisi sungai. Banyak di antaranya belum memiliki sistem pengolahan limbah.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Selasa 15 Juli, Hadir Di 5 Lokasi
“Kondisi serupa pun terjadi di kegiatan usaha seperti pabrik tahu, laundry, peternakan, RPH, restoran dan bengkel yang belum memiliki sistem pengolahan limbah dengan baik,” ujarnya.
DLH DKI Jakarta menyatakan akan menggandeng lintas sektor untuk menyelesaikan masalah ini. Pendekatan pembinaan akan diterapkan, khususnya pada pelaku UMKM.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan instansi pembina baik SKPD/UKPD maupun Lurah, Camat dan Walikota setempat untuk membina pelaku usaha UMKM untuk mengelolaan lingkungan dengan baik,” tambah Erni.
Pasar tradisional di Jakarta juga turut menyumbang pencemaran air. Limbah dari aktivitas jual beli seperti pencucian daging dan sayuran langsung mengalir ke sungai tanpa diolah.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Minggu 13 Juli, Hadir Di 2 Lokasi
“Air buangan dari aktivitas jual beli seperti daging, sayuran, bahkan limbah organik langsung mengalir ke sungai dengan kandungan pencemar yang sangat tinggi,” tutur Erni.
Untuk mengatasi permasalahan ini, DLH DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan edukasi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran pengelolaan limbah.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperluas jaringan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik melalui skema kerja sama lintas sektor. Melakukan penertiban kegiatan usaha yang belum memiliki sistem pengolahan limbah,” tegas Erni.
Selain itu, kolaborasi yang akan meningkatkan langkah penanganan dan pencegahan melalui pendekatan kolaboratif dan terintegrasi, seperti melakukan edukasi di kawasan padat penduduk dan kegiatan usaha. Termasuk melakukan penegakkan hukum kepada pelaku usaha yang tidak mengelola limbahnya dengan baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya