Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Warga Rusun Waduk Pluit Wujudkan Kemandirian Kelola Sampah
Jumat, 25 Juli 2025 13:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam semangat memperingati Hari Habitat Dunia 2025, warga Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, jadi sorotan berkat keberhasilan mereka membangun sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas.
Inisiatif ini lahir dari Festival Rusun “Rusun Rame-Rame” yang digelar pada 25 Juli 2025 oleh Women Federation Penjaringan bersama SPEAK Indonesia, sebagai bagian dari program Voices for Just Climate Action (VCA) dan Next Level Grants Facility (NLGF).
Dengan dukungan dari Kelurahan Penjaringan, Satpel Lingkungan Hidup, PPSU, serta pengurus RW 17, festival tersebut menjadi titik balik penting dalam perjalanan warga mengelola sampah dari rumah.
Baca juga : Depidar XIII SOKSI Dukung Zaki Iskandar Kembali Pimpin Golkar Jakarta
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kerja bakti “Bersih Rusun”, aksi penanaman biopori, hingga penyerahan SK Bank Sampah Unit Rusun Waduk Pluit kepada perwakilan RT. Semua itu merupakan hasil nyata dari pelatihan pemilahan sampah dan edukasi lingkungan yang telah diikuti warga lintas usia.
“Festival ini adalah tonggak penting dari perjalanan warga belajar mengelola sampahnya sendiri. SK Bank Sampah ini jadi bukti bahwa warga mampu memimpin perubahan dari dalam,” ujar Dormaringan dari SPEAK Indonesia.
Dari pihak pemerintah, Wahyu, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Penjaringan, menyebut inisiatif warga ini justru memperkuat sinergi dengan program pemerintah.
Baca juga : Digitalisasi Kunci Wujudkan Pengelolaan Wakaf yang Lebih Optimal
“Kami melihat antusiasme warga sangat tinggi. Kehadiran Bank Sampah ini akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan komunitas di tingkat rusun,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua RW 17, Omi Bustomi, yang menegaskan pentingnya menjaga konsistensi gerakan ini.
“Perubahan bisa dimulai dari rumah tangga. Kami siap mendukung agar pengelolaan sampah jadi kebiasaan harian, bukan hanya euforia acara,” ujarnya.
Baca juga : Wamenkop: Kebangkitan Koperasi Wujudkan Reforma Agraria, Bangun Kekuatan Ekonomi
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah rumah tangga oleh Kelurahan Penjaringan, Satpel LH, Women Federation, dan para ketua Bank Sampah Rusun.
Dengan adanya SK resmi, warga kini memiliki dasar hukum dan semangat baru untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
Langkah kecil warga Rusun Waduk Pluit ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas perkotaan bisa berperan aktif dalam membangun kota yang tangguh dan berketahanan iklim, sejalan dengan pesan Hari Habitat Dunia 2025, bahwa perubahan menuju lingkungan berkelanjutan dimulai dari komunitas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya