Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sedot Rp 50 Miliar, Pembangunan Taman Bendera Pusaka Di Blok M Pake Dana KLB
Jumat, 1 Agustus 2025 17:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyatukan tiga taman ikonik di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser menjadi satu kawasan terpadu bernama Taman Bendera Pusaka.
Proyek revitalisasi ruang hijau ini akan dimulai dengan groundbreaking pada 8 Agustus 2025, dengan nilai anggaran mencapai Rp 50 miliar.
Proyek ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan berasal dari kontribusi pengembang lewat mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri menyatakan, penataan ini bertujuan memperluas dan mengintegrasikan ruang terbuka hijau untuk masyarakat urban.
Penggabungan tiga taman ini dilakukan dengan cara membangun infrastruktur penghubung, seperti jembatan dan terowongan bawah tanah, agar tetap ramah pejalan kaki dan mendukung gaya hidup sehat warga kota.
Baca juga : Tiga Taman Ikonik Di Blok M Bakal Disatukan Jadi Taman Bendera Pusaka
“Kita mau menggabungkan Taman Leuser, Taman Langsat, Taman Ayodya jadi Taman Ayodya kita connecting dengan link bridge, Langsat dengan Leuser connecting dengan tunnel,” jelas Fajar.
Fasilitas ini tidak hanya akan mempermudah mobilitas warga, tapi juga menciptakan kawasan hijau terpadu yang nyaman untuk jogging, bersantai, dan beraktivitas.
“Nanti kita gabungkan dengan jembatan di atas antara Ayodya dan Langsat namanya link bridge. Turun di Langsat bisa jogging track gitu nanti untuk menggabungkan Langsat dan Leuser melalui di bawah jembatan eksisting turun ke bawah kolong jembatan jalannya tembus,” lanjutnya.
Pelaksanaan proyek ini tidak dilakukan bertahap, melainkan dikerjakan secara serentak, dimulai dengan seremoni groundbreaking pada 8 Agustus 2025.
Baca juga : NasDem Dorong Prabowo Segera Keluarkan Keppres
“Bersamaan karena taman itu akan mulai pencanangan dengan ground breaking itu,” kata Fajar.
Pemilihan nama Taman Bendera Pusaka bukan tanpa alasan. Awalnya, ada wacana penamaan kawasan ini sebagai Taman ASEAN, namun urusan birokrasi antarnegara dinilai memakan waktu panjang.
“Iya, untuk seandainya Taman ASEAN karena waktunya harus tahun ini kita kejar, perlu birokrasi yang panjang, perlu persetujuan antar negara,” jelas Fajar.
Selain menjadi ruang terbuka hijau, kawasan ini juga dirancang sebagai bagian dari integrasi kawasan Blok M yang lebih luas, termasuk Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.
Baca juga : Hexindo Ekspansi Ke Merauke, Dukung Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
“Lebih menjadi satu titik kawasan yang connecting, jadi kawasan integrated Blok M aja lah, gitu. Nanti penggabungannya kan ada taman literasi, Taman Bendera Pusaka, hanya kawasan connecting aja,” tutup Fajar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya