Dark/Light Mode

Duh, 850 Keluarga Masih BAB Sembarangan

Please, Segera Bangun Septic Tank Komunal

Senin, 11 Agustus 2025 06:50 WIB
Ang­gota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Bun Joi Phiau. (Foto: Instagram/bun_joiphiau)
Ang­gota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Bun Joi Phiau. (Foto: Instagram/bun_joiphiau)

 Sebelumnya 
Wali Kota Jakarta Timur Munji­rin mengatakan, program pembangunan septic tank komunal akan dilakukan di lokasi padat penduduk.

“Ada Rawa Bunga, Rambutan, Pekayon, Pinang Ranti, Cipinang Melayu, Penggilingan, Kayu Manis, Cipinang dan Klender,” jelas Munjirin.

Menurutnya, dari pembangunan di lokasi tersebut, sebanyak 921 Kepala Keluarga (KK) atau 2.936 jiwa akan mendapatkan akses sanitasi layak. Ada empat model pembangunan septic tank yang diterapkan, mulai dari bio­gas, septic tank komunal, hingga swadaya masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur juga akan membongkar Pipa Hisap Buangan (PHB).

Baca juga : Gisella Anastasia, Masih Mau Nikah Lagi

“Yang WC di atas kali kita akan bongkar semua, setelah septic tank selesai,” ujarnya.

Pembangunan septic tank ini diproyeksikan selesai dalam waktu cepat.

“Paling lama sebulan yang bio­gas ya. Kalau yang bukan biogas, mungkin lebih cepat,” ujarnya.

Salah satu lokasi yang telah mengimplementasikan program ini adalah Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur. Di wilayah tersebut, septic tank komunal dibangun sebagai bagian dari upaya untuk berhenti menggunakan sungai se­bagai tempat pembuangan limbah.

Baca juga : Kasus Kuota Haji Naik Penyidikan, KPK Panggil Yaqut Lagi

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengakui, BAB semba­rangan masih menjadi persoalan di Jakarta. Karena itu, masalah ini mendapatkan perhatian serius.

“Walaupun dibandingkan dae­rah lain, sebenarnya Jakarta sudah relatif cukup rendah,” katanya.

Pramono menegaskan, komit­men Pemprov DKI dalam mengu­rangi pencemaran melalui pem­bangunan septic tank komunal, khususnya di wilayah padat pen­duduk. Salah satu contohnya di Jakarta Timur, yang menurunkan angka keluarga BAB di sungai.

Pembangunan septic tank ko­munal bertujuan mengurangi pencemaran akibat limbah rumah tang­ga dibuang langsung ke sungai.

Baca juga : Gibran Dan Dasco Makan Siang Bareng, Menunya Bakso

Pramono menambahkan, saat ini penggunaan sungai sebagai tempat pembuangan limbah, sudah sangat menurun.

“Sekarang menggunakan sungai yang besar gini, hampir tidak ada. Sungai kecil, saya tidak tahu karena belum saya cek secara detail,” kata Pramono di JxB BNI City, Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2025). [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.