Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terdampak Kasus Beras Oplosan, Harga Beras Premium Di Jakarta Mengamuk
Selasa, 23 September 2025 20:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui harga beras premium dan sejumlah komoditas pangan strategis melonjak dalam beberapa pekan terakhir akibat gangguan distribusi serta pasokan dari daerah produksi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menjelaskan, kenaikan harga beras premium dipicu gangguan distribusi pasca maraknya kasus beras oplosan.
"Kenaikan harga beras premium disebabkan aktivitas distribusi beras masih dalam proses pemulihan setelah maraknya kasus 'beras oplosan'," ujar Hasudungan, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025).
Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinas KPKP DKI Jakarta, diketahui minggu ketiga September 2025 terjadi kenaikan harga antar minggu pada komoditas pangan seperti hortikultura, peternakan, dan beras.
Baca juga : Bamsoet Bertemu Sri Sultan, Dapat Pesan Jaga Keberagaman Demi Kekuatan Bangsa
"Cabe merah keriting naik 12,68 persen, cabe rawit merah naik 5,54 persen, dan cabe merah TW naik 4,20 persen. Untuk komoditas peternakan, telur ayam ras mengalami kenaikan harga sebesar 1,79 persen, daging ayam ras naik 1,26 persen, dan beras premium naik 1,57 persen," papar Hasudungan.
Kenaikan harga pada komoditas hortikultura, lanjut Hasudungan, disebabkan oleh terganggunya produksi akibat kondisi cuaca.
"Penurunan pasokan antar minggu yang masuk ke Provinsi DKI Jakarta dikarenakan gangguan produksi yang diakibatkan tingginya curah hujan di daerah produksi sehingga hasil panen cepat busuk," terangnya.
Sementara itu, untuk komoditas peternakan seperti telur dan daging ayam ras, harga naik karena tingginya permintaan saat libur panjang.
Baca juga : Polri Gelar Gerakan Pangan Murah Di Jakarta Timur
"Kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras disebabkan oleh kenaikan harga pakan sebagai akibat dari kenaikan permintaan saat libur panjang untuk perayaan Maulid Nabi," jelas Hasudungan.
Meskipun harga beras premium sempat melonjak, Pemprov DKI Jakarta menyebut bahwa pasokan beras dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) mulai stabil di pasar ritel modern.
Untuk mengatasi situasi ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Melaksanakan pemantauan rutin terkait perkembangan harga dan ketersediaan pangan baik di pasar tradisional maupun retail modern sebagai salah satu bentuk Early Warning System," ujar Hasudungan.
Baca juga : Dirut Bulog Sidak Minimarket, Beras Premium Tidak Langka Lagi
Lebih lanjut, Pemprov juga menggelar program bantuan pangan murah bagi masyarakat tertentu. Program penyediaan dan pendistribusian pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu.
"Paket bahan pangan beras, daging ayam, telur ayam, daging sapi, ikan kembung dan susu UHT dengan harga beli masyarakat hanya sebesar Rp 126.000,- per paket," katanya.
Pihaknya juga mendorong Pasar Jaya memperluas distribusi beras medium SPHP melalui gerai pangan, serta mengembangkan pertanian perkotaan guna menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah. Upaya lain yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran BUMD untuk distribusi beras medium SPHP.
"Mengoptimalkan peran BUMD Jakarta seperti Perumda Pasar Jaya untuk mendistribusikan beras medium SPHP melalui gerai-gerai pangannya di daratan maupun di kepulauan," tutup Hasudungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya