Dark/Light Mode

Dibandingkan Angkutan Publik Daerah Lainnya

20 Tahun Nggak Naik, Tarif Transjakarta Paling Murah

Rabu, 15 Oktober 2025 06:25 WIB
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Transjakarta berencana menaikkan tarif layanan dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Transjakarta berencana menaikkan tarif layanan dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendukung wacana menaikkan tarif bus Transjakarta. Sebab, tarif Transjakarta paling murah dibandingkan angkutan umum di daerah lain dan sudah 20 tahun tidak pernah mengalami kenaikan.

Pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat yang akan diterapkan pada 2026, berdampak signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berbagai provinsi, termasuk DKI Jakarta

Jakarta menjadi daerah yang terkena pemotongan DBH paling besar, yaitu sebesar Rp 15 triliun. Imbasnya, Rancangan APBD (RAPBD) Jakarta tahun 2026 yang sudah ditetapkan sebesar Rp 95,35 triliun, akan turun menjadi sekitar Rp 79 triliun. 

Baca juga : KPK Telah Sita 44 Bidang Tanah Milik Tersangka

Penurunan ini, mempengaruhi kemampuan APBD DKI Jakarta dalam menanggung beban subsidi Public Service Obligation (PSO) tahun 2026. Salah satunya, subsidi untuk pelayanan bus Transjakarta. 

Transjakarta menjadi layanan transportasi yang mendapat suntikan PSO paling besar. Dari sekitar Rp 6 triliun per tahun yang digelontorkan Pemprov DKI, Transjakarta menerima sekitar Rp 4 triliun. Dengan adanya pemotongan DBH ini, wacana menaikkan tarif Transjakarta kembali mencuat. 

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan MTI Pusat Djoko Setijowarno setuju tarif Transjakarta dinaikkan. Karena, sejak 2005 tarif Transjakarta tidak mengalami perubahan. 

Baca juga : STY Jengkel Diremehkan

Atau, sudah 20 tahun, tarif Transjakarta tidak pernah naik. Yakni, Rp 2.000 pada pukul 5.00- 7.00 WIB, dan Rp 3.500 pada pukul 7.00 sampai pukul 22.00. 

“Bus Transjakarta menjadi transportasi publik yang paling lama tidak menaikkan tarifnya,” kata Djoko kepada Rakyat Merdeka, Senin (13/10/205). 

Menurut dia, pada 2023, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) sudah mengusulkan rencana kenaikan tarif Transjakarta kepada Pemprov DKI. 

Baca juga : Mulky/Salma Sukses Hajar Ganda Norwegia

Pada April 2025, DTKJ kembali menyampaikan rekomendasinya terkait penyesuaian tarif Trans jakarta. Sebab, hasil kajian DTKJ, kemampuan atau Ability To Pay (ATP) dan kemauan atau Willingness To Pay (WTP) masyarakat untuk membayar tarif yang lebih tinggi, dinilai sudah ada. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.