Dark/Light Mode

Gubernur Pramono Pastikan Bansos KJP dan KJMU Tidak Terdampak Pemangkasan APBD

Selasa, 21 Oktober 2025 14:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak akan terkena pemangkasan anggaran meskipun terjadi penurunan dana transfer ke daerah (TKD). 

“KJP di Pemerintah Jakarta ini pada tahap dua, kami telah membagi kurang lebih 707.513 siswa. Dan untuk KJMU, kemarin saya barusan tanda tangani, jumlahnya adalah 16.920 siswa,” jelas Gubernur di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (21/10/2025).

Meskipun ada pemotongan dana bagi hasil yang menyebabkan penurunan APBD DKI Jakarta dari Rp95 triliun menjadi Rp81 triliun, Pramono menegaskan bahwa program KJP dan KJMU, termasuk pemutihan ijazah, merupakan program yang tidak boleh diubah.

Baca juga : Gubernur Fakhiri Bangun Sinergi Lintas Daerah untuk Akselerasi Pembangunan Papua

“Memang untuk KJP maupun KJMU, termasuk pemutihan ijazah, adalah program yang tidak boleh diubah walaupun ada pemotongan dana bagi hasil yang menyebabkan penurunan APBD DKI Jakarta dari 95 triliun menjadi 81,” jelas Pramono.

Untuk KJMU tahap kedua, alokasi anggarannya mencapai sekitar Rp152 miliar, yang dikhususkan untuk 16.920 siswa. Pemprov DKI berkomitmen agar anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

“kenapa KJP maupun KJMU tetap kita pertahankan? Karena saya pengin bagi anak-anak yang kurang beruntung, dari keluarga yang tidak mampu, mendapatkan kesempatan yang adil untuk menempuh pendidikannya, termasuk sampai dengan perguruan tinggi,” ujar Pramono.

Baca juga : Gubernur DKI Pramono Anung Sambangi KPK, Bahas Kolaborasi Pemberantasan Korupsi

Selain itu, Gubernur Pramono juga menyebutkan adanya inisiatif kreatif dalam pendanaan program-program tersebut dengan melibatkan berbagai pihak seperti BUMN, BUMD, dan swasta melalui mekanisme creative financing. 

“Ini try out yang pertama dan saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar daerah-daerah lain melakukan hal yang sama dan untuk Jakarta Timur sendiri sebagai inisiator, sebagai pemula, mudah-mudahan program ini berkelanjutan dan melibatkan BUMN, BUMD, swasta, yang dilakukan secara creative financing,” tambah Pramono.

Dengan langkah ini, Pemprov DKI Jakarta bertekad agar program KJP dan KJMU tetap berjalan lancar, meskipun terdapat tekanan fiskal dari penurunan dana transfer ke daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.