Dark/Light Mode

Sempat Bersaing Di Pilgub DKI, Pramono Ngaku Tetap Akrab Dengan Dharma Pongrekun

Sabtu, 25 Oktober 2025 18:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara “Sitomu Mali” Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Jabodetabek yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur (Buperta), Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025). (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara “Sitomu Mali” Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Jabodetabek yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur (Buperta), Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengisahkan hubungan akrabnya dengan mantan perwira tinggi Polri sekaligus salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2024, Dharma Pongrekun. Ia menegaskan, kedekatan itu tetap terjalin hangat meski keduanya pernah bersaing dalam kontestasi politik.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara “Sitomu Mali” Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Jabodetabek yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur (Buperta), Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025).

"Saya mempunyai hubungan pribadi yang sangat baik sekali dengan Pak Dharma. Bahkan ketika debat, Pak Dharma menyampaikan, ‘Pasti Mas Pram lupa, kalau saya ini bintang satu, bintang dua, bintang tiga, Mas Pram yang ngurusin,’” ujar Pramono.

Baca juga : Tinjau Persiapan Jakarta Running Festival, Pramono Pastikan Jalur Siap dan Aman

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga bertemu dengan ayahanda Dharma Pongrekun. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan terakhir dengan sang ayah terjadi sekitar tahun 2004, namun hubungan kekeluargaan di antara mereka tetap terjalin dengan baik hingga kini.

“Bahkan ketika saya maju sebagai calon gubernur, dua kali saya menerima Ikatan Toraja di rumah saya, walaupun saya tahu pasti mereka lebih terikat kepada Pak Dharma,” ungkapnya.

Pramono menilai bahwa perbedaan pilihan politik seharusnya tidak memutus tali silaturahmi di antara masyarakat. Ia mencontohkan hubungannya dengan Dharma Pongrekun sebagai bentuk nyata dari semangat demokrasi yang berkeadaban.

Baca juga : Menteri ESDM Dan Dirut Pertamina Tinjau Lapangan Sumur Rakyat Musi Banyuasin

Hubungan semacam itu mencerminkan bagaimana demokrasi dapat berjalan sehat tanpa mengorbankan nilai kekeluargaan dan persaudaraan.

Dalam pidatonya, Pramono juga menyoroti pentingnya warisan budaya Toraja sebagai bagian dari kekayaan yang memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berkeadaban.

“Saya berterima kasih kepada seluruh anggota IKAT Jabodetabek yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan Jakarta. Semangat gotong royong, nilai kekeluargaan, dan warisan budaya Toraja yang luhur merupakan kekuatan besar yang memperkaya wajah Jakarta sebagai kota yang terbuka, inklusif, dan beradab,” ungkapnya

Baca juga : Gubernur Pramono Janji Tertibkan Proyek Galian Di Jakarta

Lebih lanjut, Pramono menyoroti nilai-nilai luhur masyarakat Toraja seperti siama, si pakabaru, dan si randean, yang berarti saling menghargai, menolong, dan menghormati, sebagai teladan penting dalam menjaga kerukunan di tengah kehidupan masyarakat urban.

“Dengan potensi tersebut, Toraja telah menjalin kerja sama dengan berbagai daerah, termasuk Jakarta, dalam bidang pembangunan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Acara “Sitomu Mali” yang digagas IKAT Jabodetabek tahun ini mengusung tema “Mempererat Persaudaraan dan Melestarikan Budaya Toraja di Tanah Perantauan.” Kegiatan ini menjadi wadah bagi komunitas Toraja di Jakarta untuk menjaga kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap kampung halaman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.