Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Banyak Siswa SMAN 72 Ingin Pindah Sekolah Karena Trauma Pasca Ledakan
Senin, 17 November 2025 15:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa banyak siswa SMAN 72 Jakarta yang mengajukan permintaan pindah sekolah setelah insiden ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11/2025).
Hal tersebut disampaikan Pramono saat bertemu dengan kepala sekolah SMAN 72 dalam kunjungannya di wilayah Jakarta Utara.
Baca juga : Buntut Ledakan, Banyak Siswa SMAN 72 Ingin Pindah Sekolah
“Saya sampaikan kepada Ibu Kepala Sekolah, batas waktu untuk, apa, pembelajaran yang pakai daring, itu kan sampai dengan hari Senin," kata Pramono di Jakarta, Minggu (16/11/2025).
Menurut Pramono, dampak insiden ledakan di lingkungan sekolah ternyata lebih besar daripada perkiraan awal. Banyak siswa yang merasa tidak nyaman dan memilih untuk mengajukan pindah sekolah.
Baca juga : Belajar Tetap Online, Siswa SMAN 72 Masih Trauma
“Dan ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah," ujar Pramono.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta sekolah dan Dinas Pendidikan segera merumuskan langkah yang tepat agar dampak kejadian tersebut tidak berkepanjangan dan tidak mengganggu masa depan pendidikan siswa.
Baca juga : Yayasan Swatantra Awali Program Pangan Sekolah Dari Astana Giribangun
“Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, ini dirumuskan secara baik. Karena saya enggak mau kemudian dampaknya sampai panjang," katanya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). Ledakan berlangsung saat khutbah Jumat sekitar pukul 12.30 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan sebanyak 96 siswa menjadi korban yang dibawa ke RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi untuk menjalani pengobatan. Sementara kegiatan belajar dan mengajar menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya