Dark/Light Mode

Diimbau Rayakan Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Warga Jakarta Diminta Empati Ke Korban Bencana

Sabtu, 27 Desember 2025 06:25 WIB
Pemprov DKI memutuskan untuk meniadakan kembang api dalam seluruh rangkaian perayaan malam Tahun Baru 2026. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Pemprov DKI memutuskan untuk meniadakan kembang api dalam seluruh rangkaian perayaan malam Tahun Baru 2026. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Pemprov DKI meminta seluruh penyelenggara acara, menaati kebijakan tersebut. 

“Kami minta semuanya tidak mengadakan pesta kembang api,” tandas Pram. 

Meski demikian, menurutnya, Pemprov DKI tidak dapat mengontrol sepenuhnya aktivitas masyarakat secara personal. Misalnya, ada individu yang menyalakan kembang api secara mandiri di lingkungan masing-masing. “Kami tidak bisa mengatur itu,” katanya. 

Baca juga : Chelsea Vs Aston Villa, Si Labil Hadang Kejutan

Pram menyampaikan, kepatuhan terhadap kebijakan ini, di harapkan dapat berjalan seiring diterbitkannya Surat Edaran Pemprov yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. 

Namun, Pram menambahkan, Pemprov DKI tidak melakukan razia kembang api, karena mem pertimbangkan suasana ke bahagiaan masyarakat dalam menyambut pergantian tahun. 

“Mohon maaf, kami tidak mengadakan razia, karena kita sedang menyambut Tahun Baru. Jangan sampai kami membuat orang tidak bahagia,” tutur Pram. 

Baca juga : Formula 1, Honda Stop Pasok Mesin Ke Red Bull

Imbauan tersebut, menurut mantan Sekretaris Kabinet itu, disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap korban banjir bandang di Sumatera. 

Pramono meminta masyarakat yang masih berencana menyalakan kembang api atau petasan pada malam Tahun Baru, mengurungkan rencana tersebut. 

“Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, saya sebagai Gubernur Jakarta mengimbau masyarakat yang masih berkeinginan bermain kembang api maupun petasan, untuk meniadakannya kali ini,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025). 

Baca juga : Peduli Bencana Sumatera, BUMN Bangun 15.000 Huntara

Pramono menjelaskan, peristiwa bencana yang terjadi di Sumatera dan sejumlah daerah lain, seharusnya menjadi keprihatinan seluruh elemen bangsa, termasuk warga Jakarta. 

Meski tanpa kembang api dan petasan, Pramono menyatakan, esensi perayaan pergantian tahun tetap dapat dirasakan masyarakat dengan cara yang lebih sederhana dan bermakna. 

Pramono berharap, imbauan tersebut dipahami masyarakat, sebagai bentuk kepedulian dan empati sosial, bukan sebagai pembatasan atau larangan. [IMK/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.