Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Warga Jakarta Doakan Korban Bencana
Tahun Baru Tetap Meriah Tanpa Pesta Kembang Api
Jumat, 2 Januari 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jakarta menunjukkan solidaritas pada momen pergantian tahun untuk korban bencana alam. Yakni, menyampaikan doa untuk korban bencana alam via cahaya alias lampu diterbangkan drone di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Meski tanpa pesta kembang api, perayaan Malam Tahun Baru tetap semarak.
Gerimis yang tak kunjung reda, tidak menyurutkan semangat warga Jakarta dan sekitarnya datang ke Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Lokasi ini merupakan langganan pusat perayaan malam Tahun Baru yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta.
Meskipun sudah diworo-woro tidak ada pesta kembang api di Bundaran HI, animo warga tetap tinggi. Sejak Rabu (31/12/2025) petang, kawasan Bundaran HI sudah ramai. Bukan hanya warga Jakarta, warga luar DKI juga tumpah ruah di jantung Ibu Kota tersebut.
Baca juga : Pertama Di Indonesia, Pupuk Indonesia Group Bangun Pabrik NPK Nitrat
Mereka tampak antusias hingga detik-detik pergantian tahun. Namun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, begitu pas masuk pukul 00.00 WIB, terdengar suara dentuman dan langit menjadi terang oleh kembang api, tahun ini, suasana tampak khidmat.
Sebagai ganti kembang api, Pemprov DKI menampilkan pertunjukan video mapping yang menampilkan pesan, mengajak masyarakat mendoakan dan mem bantu para korban banjir bandang di Sumatera.
Mengutip Wikipedia, video mapping adalah teknik artistik menggunakan proyektor untuk menampilkan video atau grafis digital ke permukaan objek tak beraturan (seperti gedung, patung, atau panggung), sehingga objek tersebut terlihat hidup, berubah bentuk, atau menciptakan ilusi optik, menggabungkan seni, desain, arsitektur dan teknologi. Teknik ini menyesuaikan visual dengan bentuk dan dimensi objek, agar terlihat menyatu dan nyata.
Baca juga : Chelsea Pecat Maresca!
Proyektor video mapping bi sa dibawa drone. Awalnya, pro yektor membentuk tulisan “Kita Panjatkan Doa”, lalu membentuk gambar dua tangan, yang berada di atas mengulurkan dan yang di bawah menadah atau simbol saling memberi.
Kemudian, proyektor membentuk tulisan “Jakarta For Sumatera”. Setelah itu, proyektor membentuk gambar Pulau Sumatera, lalu gambar Gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Warga menyaksikan atraksi drone membentuk tulisan “Jakarta For Sumatera” saat perayaan malam tahun baru. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Kemudian, proyektor membentuk peta atau pulau-pulau di Indonesia dalam dua versi. Pertama, berwarna hijau. Kedua, berwarna merah-putih. Di pengujung atraksi, proyektor membentuk tulisan “Dari Jakarta Untuk Indonesia”.
Baca juga : Gagal Raih Juara Fprmula 1, Lewis Hamilton Bisa Terdepak Dari Ferrari
Menurut Gubernur Jakarta Pramono Anung, video mapping di Bundaran HI itu, merupakan pengganti kembang api yang biasanya dinyalakan saat malam Tahun Baru.
Mengingat, saat ini tidak pantas menyalakan kembang api, lantaran para korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Namun, saat detik-detik pergantian tahun, masih ada sejumlah orang yang menyalakan kembang api di Bundaran HI. Suasana yang tadinya khidmat, menjadi ingar-bingar, gemerlap warna-warni kembang api.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya