Dark/Light Mode

Target Rampung 2027, Sistem Tata Air Pompa Diyakini Kurangi Banjir Di Daan Mogot

Rabu, 4 Februari 2026 13:00 WIB
Sejumlah kendaraan mengantre untuk melintasi banjir yang menggenangi Jalan Daan Mogot, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Sejumlah kendaraan mengantre untuk melintasi banjir yang menggenangi Jalan Daan Mogot, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktivitas di bantaran Kali Daan Mogot, Selasa (3/2/2026) tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah petugas terlihat memasang peralatan pompa air, sementara di sisi lain aliran sungai yang keruh mengalir perlahan di bawah jembatan padat kendaraan. 

Di dekat lokasi, sebuah pompa stasioner berwarna biru berdiri di tepi kali, menjadi bagian dari proyek Sistem Tata Air Pompa Daan Mogot yang diharapkan mampu mengurangi banjir langganan di kawasan Jakarta Barat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya penyelesaian pembangunan infrastruktur yang sudah tertunda sejak beberapa tahun lalu.

“Jadi proyek ini mungkin memang apa ya, sudah menjadi tugas saya untuk nyelesain yang enggak selesai-selesai. Termasuk di tempat ini dari tahun 2022," kata Pramono di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (3/2/2026).

Baca juga : Jelang Ramadan-Idul Fitri 2026, Mentan Amran Larang RPH Naikkan Harga Daging

Menurut Pramono, pembangunan rumah pompa stasioner di kawasan Daan Mogot menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Mudah-mudahan tahun 2027 selesai secara keseluruhan mengatasi banjir dan sekaligus adalah rumah pompa yang stasioner di tempat ini yang tadi saya sebutkan KM 13, 13A, 13B selesai semua," terang Pramono.

Ia menjelaskan, persoalan banjir di Daan Mogot KM 13 bersifat mendesak sehingga perlu penanganan cepat, sembari menyiapkan solusi jangka panjang.

“Sekaligus ini akan menyelesaikan banjir di Daan Mogot KM 13, memang persoalannya jangka pendek. Jadi kalau mau jangka panjang saya akan suruh ngitung untuk dibuatkan flyover-nya," katanya. 

Baca juga : Pemprov DKI Siapkan Anggaran OMC Sebulan, Kurangi Risiko Banjir di Jakarta

Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta akan memasang tiga pompa stasioner di titik rawan banjir tersebut.

“Yang akan dilakukan penanganan jangka pendek adalah kami akan memasang pompa stasioner tiga di sini sekaligus, yaitu di KM 13, 13A, dan 13B," ujar Pramono. 

Kapasitas pompa yang dipasang juga meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya hanya mengandalkan pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik, kini daya tampungnya diperbesar. 

“Sekarang dengan pompa yang stasioner yang tetap akan ada di sini, kapasitasnya menjadi tujuh kali, kurang lebih 7.000 liter per detik," tuturnya. 

Baca juga : Danantara dan PTPP Bangun Hunian Sementara bagi Korban Banjir di Aceh

Pramono berharap peningkatan kapasitas pompa tersebut dapat mengatasi banjir dalam waktu dekat. Pramono juga menyinggung pengalaman penanganan banjir di wilayah Cengkareng Drain sebagai bahan evaluasi.

“Memang ini kan muara dari seluruh apa, sungai yang ada di beberapa provinsi lah tanpa menyalahkan siapapun. Tetapi intinya kita sedang mempersiapkan diri untuk mengatasi jangka pendek," ujarnya. 

Daan Mogot KM 13 menjadi salah satu dari dua titik banjir utama yang ada di Jakarta yaitu Flyover Pesing dan KM 13.

“Dan mudah-mudahan dalam jangka menengah saya sudah meminta untuk dibuatkan flyover. Menghubungkan misalnyalah Pesing, tempat ini, dan selanjutnya. Dan kalau itu bisa dilakukan memang lebih permanen cara penyelesaiannya," imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.