Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertengahan 2026, Jakarta Mulai Pembangunan PLTSa dan ITF untuk Tekan Emisi
Rabu, 11 Februari 2026 16:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Intermediate Treatment Facility (ITF) akan dimulai pada pertengahan 2026.
Pramono menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
“Langkah ini kami lakukan agar pembangkit listrik tenaga sampah di Jakarta dapat menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, terutama yang berada di sekitar wilayah Jakarta,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Baca juga : KPK Tekankan Penguatan Regulasi Penyuapan Pejabat Asing untuk Aksesi OECD
Menurut Pramono, persoalan sampah di Jakarta kini menjadi fokus utama pemerintah daerah. Selain menimbulkan persoalan lingkungan, volume sampah yang tinggi juga berpotensi diolah menjadi sumber energi alternatif.
“ITF tersebut telah dan akan dibangun di Sunter, Rorotan, Bantar Gebang, serta direncanakan di wilayah Jakarta Barat, yang diharapkan dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini," ujar Pramono.
Pembangunan ITF di sejumlah wilayah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sekaligus mengoptimalkan pengolahan sampah menjadi energi listrik yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga : Rapim TNI 2026, Menhan Tekankan Pembaruan Kekuatan Hadapi Tantangan Zaman
“Pertama tentunya yang sudah ada di Sunter, kemudian yang kedua di Rorotan, yang ketiga akan ada di Bantargebang, yang berikutnya akan di Jakarta Barat, dan mudah-mudahan kita akan bisa start mudah-mudahan di pertengahan tahun ini," katanya.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa pembangunan PLTSa dan ITF bukan sekadar solusi pengelolaan sampah, tetapi juga langkah konkret dalam menekan emisi karbon di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Pembangkit listrik tenaga sampah di Jakarta bisa menggantikan pembangkit listrik tenaga batubara. Terutama yang ada di Suralaya dan industri-industri yang ada di sekitaran Jakarta. Kalau itu bisa dilakukan," tutup Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya