Dark/Light Mode

Pemprov DKI Perkuat BUMD Pangan Jelang Imlek Hingga Idul Fitri

Rabu, 11 Februari 2026 21:55 WIB
Balkoters Talk bertajuk Kesiapan Tiga BUMD Pangan Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Balkoters Talk bertajuk Kesiapan Tiga BUMD Pangan Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan strategi berlapis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Tiga BUMD pangan, yaitu Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya jadi garda terdepan menjamin stok dan harga pangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, rangkaian hari besar yang dimulai dari Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri menjadi momentum penting yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.

Apalagi Jakarta tidak hanya memenuhi kebutuhan warganya sendiri, tetapi juga menjadi pusat kunjungan masyarakat dari daerah sekitar saat musim libur keagamaan.

"Saat hari besar, konsumsi meningkat. Karena itu, Pemprov harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat benar-benar tersedia dan harga tetap terkendali," kata Uus dalam Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga BUMD Pangan Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026' di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menurut dia, keberadaan BUMD pangan bukan sekadar operator distribusi, melainkan instrumen strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Baca juga : Pramono Bakal Tertibkan Manusia Gerobak di Jakarta Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Koordinasi lintas BUMD terus diperkuat agar tidak terjadi lonjakan harga atau kekosongan pasokan saat permintaan meningkat.

"BUMD pangan ini menjadi salah satu tameng kita dalam mengendalikan kebutuhan pokok warga. Jangan sampai ada ‘kagetan’ ketika Ramadan atau Idul Fitri tiba. Tidak ada alasan kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi,” tegas Uus.

Selain komoditas pangan, Pemprov juga memberi perhatian pada ketersediaan LPG 3 kilogram yang banyak digunakan masyarakat menengah ke bawah dan pelaku usaha kecil.

Pengawasan dilakukan secara rutin agar distribusi tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

"LPG 3 kilogram ini kebutuhan penting bagi masyarakat kecil. Kami pantau terus agar pasokan aman dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga," ujar Uus.

Pemprov DKI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga melakukan monitoring rutin harga dan ketersediaan pangan, pengawasan keamanan pangan, hingga pertemuan berkala untuk mengevaluasi perkembangan pasar.

Baca juga : Prabowo Minta TNI-Polri Perkuat Pengabdian dan Terus Perbaiki Diri

Sejumlah langkah lain disiapkan, seperti bazar murah, pangan subsidi bagi kelompok tertentu, kampanye belanja bijak untuk mencegah panic buying, serta penguatan program urban farming.

Untuk komoditas beras, total stok tercatat mencapai 182.172 ton yang tersebar di Pasar Induk Beras Cipinang, Food Station, Bulog, dan Pasar Jaya. Sementara untuk daging sapi, ayam, dan ikan, Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan dalam kondisi aman hingga Idul Fitri.

Minyak goreng, gula, telur, cabai, serta bawang merah dan putih juga telah dipersiapkan sesuai proyeksi peningkatan kebutuhan.

Meski demikian, Uus mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lengah. Dia menegaskan, kesiapan stok harus dibarengi pengawasan berkelanjutan mengingat dinamika ekonomi dapat berubah sewaktu-waktu.

Uus berharap, dengan konsolidasi BUMD pangan dan langkah antisipatif TPID, pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap terjaga selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, sekaligus memastikan inflasi daerah tetap terkendali.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengklaim berhasil meredam potensi mogok pedagang daging sapi di pasar-pasar Jakarta melalui koordinasi cepat bersama dinas terkait dan pelaku usaha.

Baca juga : PLN UID Jakarta dan Pemprov DKI Perkuat Sistem Kelistrikan Kepulauan Seribu

Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga daging di Ibu Kota.

Kata dia, perseroan bergerak cepat ketika muncul rencana aksi mogok berjualan daging sapi yang berpotensi mengganggu distribusi di tingkat pasar.

"Alhamdulillah, saat ada rencana mogok berjualan daging sapi, kami bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar situasi tidak berlarut-larut," ujar Raditya.

Menurutnya, koordinasi dilakukan di bawah arahan Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan pasokan tetap berjalan dan tidak menimbulkan gejolak harga di masyarakat.

Dharma Jaya bersama para pemangku kepentingan berupaya mengorganisir distribusi dan berbagi peran untuk menjaga stabilitas. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.