Dark/Light Mode

Dharma Jaya Stok Ribuan Ton Daging dan Sapi Hidup Selama Ramadan dan Idul Fitri

Kamis, 12 Februari 2026 07:54 WIB
Pedagang memotong daging sapi lokal di Pasar Kebayoran Jakarta Selatan. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Pedagang memotong daging sapi lokal di Pasar Kebayoran Jakarta Selatan. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan stok daging sapi dan ayam di Jakarta dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. 

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta itu juga menyiapkan tambahan pasokan sapi impor untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyampaikan bahwa saat ini stok daging sapi mencapai 1.246 ton dan daging ayam sebanyak 435 ton. Selain itu, tersedia pula sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar. 

“Sekitar 500 sampai 600 ekor sapi dari Australia. Itu akan menjadi tambahan stok untuk Jakarta, bahkan jika diperlukan, kami masih memiliki cadangan sekitar 1.000 ekor lagi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu stabilisasi harga,” kata Raditya saat Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026', di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Dalam forum tersebut turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto sebagai keynote speaker, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok, Dirut Perumda Pasar Jaya Agus Himawan, dan Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) Dodot Tri Widodo.

Raditya menjelaskan, kebutuhan daging di Jakarta tergolong tinggi. Dalam setahun, kebutuhan daging sapi mencapai sekitar 73.100 ton, sementara daging ayam menembus 182.230 ton. 

Baca juga : Tak Perlu Khawatir, Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

Konsumsi per kapita daging sapi berada di kisaran 2,3 hingga 5 kilogram per orang per tahun, sedangkan ayam sekitar 11 kilogram per orang per tahun. Ia juga menyoroti tren peningkatan konsumsi saat Ramadan, terutama dari sektor perhotelan dan restoran. 

“Kalau dilihat dari statistik, penggunaan terbesar itu ada di sektor horeka. Restoran saat berbuka puasa hampir selalu penuh. Itu sebabnya kebutuhan tetap tinggi dan sudah kami perhitungkan dalam perencanaan stok,” katanya.

Dharma Jaya berkomitmen menjaga harga tetap terjangkau. Untuk daging sapi paha belakang bagian premium, harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp 135.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan sejumlah kompetitor. 

“Untuk beberapa jenis potongan lain bahkan bisa lebih rendah lagi. Prinsipnya, kami ingin memberikan harga terbaik bagi masyarakat Jakarta,” ujarnya.

Saat ini perusahaan memiliki fasilitas cold storage berkapasitas 800 ton di Cakung, Jakarta Timur, dan berencana menambah gudang pendingin baru berkapasitas 5.000 ton sebagai bagian dari program jangka panjang ketahanan pangan. Raditya menegaskan bahwa stabilitas harga dilakukan melalui koordinasi lintas pihak. 

“Di bawah arahan dinas, kami berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pasokan tetap berjalan dan harga bisa dikendalikan. Prinsipnya, kami siap mendukung stabilitas pangan di Jakarta,” tandasnya.

Baca juga : Pramono Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadan

Sementara itu, Sekdaprov DKI Jakarta Uus Kuswanto menekankan bahwa menjaga ketersediaan pangan pokok merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran. 

“Untuk stok daging sapi, insyaallah aman. Ketersediaannya diperkirakan cukup sampai selesai Idulfitri,” katanya.

Uus memaparkan, menjelang Ramadan kenaikan terbesar terjadi pada komoditas telur sebesar 7,5 persen, disusul daging sapi dan kerbau sebesar 3,57 persen. Menjelang Idulfitri, lonjakan diperkirakan lebih tinggi, dengan telur ayam meningkat 17,20 persen dan daging ayam 10,77 persen. 

“Ini menjadi gambaran bahwa Pemprov Jakarta terus menjaga kestabilan kebutuhan daging agar tetap terpenuhi bagi warga,” ujar Uus.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok menambahkan bahwa kebutuhan telur ayam diproyeksikan meningkat signifikan memasuki masa Idulfitri. Dari kebutuhan normal 8.409 ton, diperkirakan naik 7,5 persen menjadi 9.944 ton saat Ramadan. 

Sementara saat Idulfitri 2026, kebutuhan meningkat 17,20 persen dari 9.010 ton menjadi 10.560 ton. Ia menegaskan pentingnya menjaga komoditas strategis tetap stabil. 

Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Halau Tongkang Hanyut dan Selamatkan Kapal Patroli

Dalam menjalankan penugasan tersebut, Dharma Jaya memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas cold storage dan rumah potong hewan (RPH). 

Selain menjaga stok reguler, Dharma Jaya juga aktif dalam program pangan murah bersubsidi. Melalui program ini, masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh enam komoditas pangan, termasuk daging ayam dan daging sapi, dengan harga di bawah pasar. 

“Ini bagian dari intervensi pemerintah agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.