Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
3100 Sapi Impor Australia Siap Penuhi Kebutuhan Daging Warga
Selasa, 24 Februari 2026 13:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau penerimaan sapi impor dari Australia yang dilakukan oleh BUMD pangan DKI, Perumda Dharma Jaya.
Impor ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Pada hari ini secara resmi, pemerintah DKI Jakarta melalui Dharma Jaya mengimport sapi dari Australia yang per hari ini sudah masuk kurang lebih 3.100 dari 7.500 yang direncanakan," kata Pramono di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).
Impor Setelah 28 Tahun
Pramono menjelaskan, impor sapi langsung dari Australia ini merupakan momentum penting karena baru kembali dilakukan setelah 28 tahun. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan menjadi langkah maju bagi pengelolaan ketahanan pangan Jakarta.
Baca juga : Serunya Acara Taste of Australia, Barbeque-an Bareng Master Chef Callum Hann
“Dan itu terjadi juga karena kita dengan Australia di beberapa kota itu ada kerjasama yang disebut dengan kerjasama Sister City. Maka dengan adanya sapi dari Australia ini saya meyakini bahwa kebutuhan daging terutama untuk di Jakarta mudah-mudahan betul-betul bisa terjaga," katanya.
Ia menambahkan, faktor inflasi di Jakarta kerap dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Faktor inflasi di Jakarta yang utama adalah menyambut idul fitri, Ramadan, biasanya daging, cabai, ya beras, tapi alhamdulillah tiga yang utama ini mudah-mudahan di Jakarta tidak mengalami kenaikan yang signifikan," ujarnya.
Dalam tahap awal, sebanyak 3.100 ekor sapi telah tiba dari total kuota 7.500 ekor. Pemerintah membuka kemungkinan penambahan impor jika kebutuhan meningkat.
Baca juga : Jadi Wamenkeu, Juda Agung Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
“Kalau memang masih ada kebutuhan, kita bisa repeat order. Dan yang paling penting kalau yang lalu saya udahlah, memang saya juga gak mau menyalahkan siapa aja, tetapi dengan kepercayaan ini saya yakin akan memberikan dampak yang baik bagi Jakarta untuk apa, penyediaan daging yang ada di Jakarta," kata Pramono.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus menekan gejolak harga di pasaran.
Untuk kebutuhan jangka menengah, Pemprov DKI juga mendorong penguatan infrastruktur penggemukan sapi melalui pengelolaan lahan rumput di Ciangir.
“Dan untuk keperluan jangka menengah, tadi dari Pak Dirut Dharma Jaya juga menyampaikan bahwa mereka ingin mengelola tempat untuk rumput ya, supaya bisa dipakai untuk penggemukan sapi-sapi yang ada," tuturnya.
Baca juga : Liga Italia, AS Roma Tersandung di Kandang Udinese
Direktur Utama Raditya Endra Budiman memastikan stok daging dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Saat ini tersedia 1.000 ton stok daging dan ribuan ekor sapi siap digemukkan maupun dipotong sesuai kebutuhan.
“Memang kalau untuk yang ini, saat ini kan kita turun 590 ekor tapi stok di tempat kita itu sekarang ada 1500-an. Jadi, itulah yang akan kita gunakan untuk Ramadan ini. Dan ini untuk merepress sebagian dari yang akan kita panen ini," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya