Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Jakarta banjir lagi. Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu (8/3/2026) pagi membuat ratusan RT terendam, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai dua meter. Banjir juga membuat beberapa ruas jalan lumpuh.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang malam. Sejak dini hari, kiriman air dari wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mulai masuk ke Jakarta sehingga memperparah genangan.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Permukiman warga di kawasan itu terendam banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter pada Minggu pagi.
“Pagi ini air sudah mencapai sekitar 125 sampai 150 sentimeter, terus naik,” kata Joni (38), warga RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/3/2026).
Menurut Joni, air mulai naik sejak Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dan terus bertambah hingga pagi hari. Rumah-rumah warga yang berada di wilayah lebih rendah pun terendam. Banjir merendam perabotan rumah tangga, kendaraan, serta memutus akses jalan lingkungan.
Merespons laporan masyarakat, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur langsung terjun ke lokasi untuk mengevakuasi warga di sejumlah titik. Salah satu lokasi evakuasi berada di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar. Kawasan tersebut terendam air akibat luapan Kali Sunter yang dipicu hujan deras sejak Sabtu malam.
Sebanyak 12 warga berhasil dievakuasi, termasuk dua bayi dan sejumlah lansia. Para korban kemudian dibawa ke tempat aman menggunakan perahu karet sebelum dipindahkan ke posko pengungsian yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta.
Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04 Cipinang Melayu, Subagyo, mengatakan warga yang mengungsi membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan siap saji. “Kami mohon dari Sudin Sosial maupun PMI segera memberikan bantuan makanan cepat saji, terutama untuk balita dan lansia. Kemudian untuk buka atau sahur,” kata Subagyo.
Baca juga : Status TNI Siaga 1, Politisi-Pengusaha Menyambut Positif
Ia menjelaskan hingga Minggu siang banjir setinggi sekitar 1,5 meter akibat luapan Kali Sunter belum sepenuhnya surut. Warga yang terdampak sementara mengungsi di tenda darurat yang didirikan BPBD di bawah kolong Tol Becakayu.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga melanda sejumlah ruas jalan di Jakarta Barat. Informasi dari akun Traffic Management Center Polda Metro Jaya menyebutkan genangan air terjadi di beberapa titik sejak Minggu dini hari.
Salah satunya di Jalan Meruya Selatan arah Pos Polisi Meruya, tepatnya di depan Kompleks Meruya Indah. Ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Genangan juga terjadi di Jalan Daan Mogot, tepatnya di depan Hotel Samala Cengkareng menuju Samsat Jakarta Barat dengan ketinggian sekitar 40 hingga 60 sentimeter. Kendaraan hanya bisa melintas melalui lajur kanan.
“Diimbau bagi pengguna jalan yang melintas agar berhati-hati,” tulis TMC Polda Metro Jaya melalui akun media sosial X.
Di Jakarta Selatan, banjir bahkan mencapai ketinggian sekitar dua meter di kawasan Jalan Kalandianti, RT 01 RW 08, Kelurahan Pela Mampang. Personel Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan untuk membantu proses evakuasi warga di kawasan Bangka VII.
Ketinggian air di tengah permukiman tersebut mencapai sekitar dua meter, sedangkan di akses jalan keluar sekitar 1,2 meter. Sejumlah warga termasuk lansia dan anak-anak berhasil dievakuasi dari rumah berlantai dua.
Banjir juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain di Jakarta Selatan, antara lain Jalan Bintaro Permai IV, Jalan Swadarma Raya, Jalan Pondok Karya, Jalan Iskandar Muda di depan Gandaria City, serta Jalan Kemang Utara.
Baca juga : Perang Teluk Makin Panas, Rudal Iran Bombarbir Langit Tel Aviv
Underpass Mampang Prapatan juga sempat terendam banjir sehingga kendaraan tidak dapat melintas dari arah Jalan Rasuna Said maupun Jalan Tutty Alawiyah. Petugas pemadam kebakaran dan pasukan oranye dikerahkan untuk menyedot air serta membersihkan sampah yang terbawa banjir.
Lalu lintas sempat dialihkan dari Jalan Mampang Prapatan menuju Jalan Tendean serta dari Jalan Rasuna Said menuju Jalan Gatot Subroto.
Banjir juga berdampak pada layanan transportasi publik. Sejumlah rute Transjakarta dialihkan sementara akibat genangan di sekitar Underpass Mampang. Halte Duren Tiga hingga Mampang Prapatan juga sempat tidak melayani penumpang.
Secara keseluruhan, sebanyak 17 rute layanan Transjakarta yang terdiri dari Mikrotrans, angkutan integrasi, dan Bus Rapid Transit terdampak banjir sehingga dialihkan atau diperpendek.
“Sehubungan dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan di beberapa titik, kami melakukan penyesuaian operasional pada Minggu pagi demi keamanan dan kenyamanan bersama,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta mencatat hingga siang hari banjir masih merendam ratusan wilayah. “BPBD mencatat saat ini terdapat 148 RT dan 20 jalan tergenang,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter. Wilayah terdampak paling banyak berada di Jakarta Timur dengan 60 RT terendam, disusul Jakarta Selatan sebanyak 55 RT dan Jakarta Barat sebanyak 33 RT.
Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan curah hujan yang terjadi di Jakarta tergolong sangat tinggi. “Hari ini di Jakarta dan sekitarnya curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” kata Pramono saat menghadiri pawai Ogoh-ogoh di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Baca juga : Percepat Pemulihan Sumatera, Pemerintah Suntik Dana Lagi 10,6 T
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan sekitar 1.200 pompa air untuk mempercepat penyedotan genangan di berbagai titik. Namun ia mengingatkan potensi banjir masih dapat meningkat karena hujan deras juga terjadi di wilayah penyangga seperti Bogor dan Tangerang.
Pramono juga mengakui banjir di Jakarta sulit dihilangkan sepenuhnya karena faktor geografis. “Kalau menghilangkan sepenuhnya banjir di Jakarta tidak mungkin, karena permukaan air laut sekarang sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah di Jakarta,” ujarnya.
Banjir juga melanda sejumlah wilayah penyangga Jakarta. Di Tangerang, permukiman warga di Perumahan Ciledug Indah terendam banjir setinggi 80 hingga 100 sentimeter.
Di Kota Cilegon, banjir dengan ketinggian hingga satu meter juga mengepung sejumlah wilayah setelah hujan turun selama dua hari berturut-turut sejak Jumat.
Sementara di Kota Bekasi, banjir merendam enam kecamatan dengan ketinggian air hingga mencapai 1,9 meter setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Jakarta pada Senin (9/3/2026) dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya