Dark/Light Mode

PAM Jaya Siapkan Inovasi Baru Tangkap Air Hingga Tambal Pipa Tanpa Bongkar Jalan

Rabu, 11 Maret 2026 21:24 WIB
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin (tengah) saat memberikan keterangan di Pressroom Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin (tengah) saat memberikan keterangan di Pressroom Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PAM Jaya (Perseroda) menyiapkan berbagai inovasi teknologi untuk memperkuat layanan air bersih di Jakarta.

Inovasi itu mulai dari teknologi penangkap air dari atmosfer, truk penghasil air minum darurat, hingga metode penambalan pipa tanpa perlu membongkar jalan.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pengembangan teknologi menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan kebutuhan air bersih di Jakarta. Karena itu, riset dan pengembangan harus terus dilakukan.

“Teknologi ini tidak bisa disetop. Karena itu kita tidak boleh keluar dari riset dan pengembangan,” ujar Arief dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global di Pressroom Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca juga : PSN Merauke jadi Harapan Ekonomi Baru bagi Warga Kampung Wanam

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah alat yang mampu menangkap kandungan air di udara dan mengolahnya menjadi air minum.

Teknologi ini rencananya akan menjadi bagian dari fasilitas Water Hub yang akan ditempatkan di kawasan Sudirman–Thamrin.

Di lokasi tersebut, masyarakat nantinya dapat mengakses air minum secara langsung dan gratis.

“Mudah-mudahan pertengahan tahun ini bisa groundbreaking,” kata Arief.

Baca juga : Hajar Jepang, Indonesia Tantang Raja Asia Di Final Piala Asia Futsal

Selain instalasi permanen, PAM Jaya juga menyiapkan truk mobile yang mampu menghasilkan air minum dengan menangkap air dari atmosfer. Kendaraan ini akan digunakan saat kondisi darurat atau bencana.

Di sisi lain, PAM Jaya juga mengembangkan teknologi penambalan pipa dari dalam menggunakan gel khusus. Metode ini memungkinkan kebocoran pipa kecil diperbaiki tanpa harus membongkar jalan.

Untuk menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), PAM Jaya juga menyiapkan program penggantian dan rehabilitasi jaringan pipa hingga sekitar 7.000–8.000 kilometer melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Saat ini cakupan layanan air perpipaan di Jakarta telah mencapai 80,24 persen, dengan panjang jaringan pipa 12.835,21 kilometer dan jumlah pelanggan 1.178.022.

Baca juga : Ini Yang Bikin Interior Mitsubishi Xpander Cs Nyaman Dipakai Jalan Jauh

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menegaskan DPRD akan terus mengawal pembangunan jaringan air perpipaan agar seluruh warga Jakarta mendapatkan akses air bersih, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

“DPRD berkomitmen memastikan anggaran pembangunan jaringan air benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yuke.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.