Dark/Light Mode

Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Bukan Sekadar Seremonial

Selasa, 12 Mei 2026 16:24 WIB
Petugas memasukkan sampah organik ke dalam mesin pengolahan sampah berbasis teknologi hidrotermal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (11/5/2026). Teknologi tersebut mengolah sampah organik menjadi pupuk cair dan kompos sebagai upaya Pramono Anung melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah, sekaligus mengurangi volume sampah pasar yang dikirim ke TPST Bantar Gebang. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Petugas memasukkan sampah organik ke dalam mesin pengolahan sampah berbasis teknologi hidrotermal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (11/5/2026). Teknologi tersebut mengolah sampah organik menjadi pupuk cair dan kompos sebagai upaya Pramono Anung melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah, sekaligus mengurangi volume sampah pasar yang dikirim ke TPST Bantar Gebang. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh hotel, restoran dan cafe di Jakarta untuk melakukan gerakan pilah sampah secara mandiri sebagai upaya mengatasi persoalan sampah yang semakin serius di ibu kota. 

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang kini disebut sudah tidak mampu menampung sampah secara maksimal.

“Untuk yang berkaitan dengan pilah sampah. Jadi pilah sampah secara prinsip kita bagi dua organik dan anorganik,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2026) 

Pasar Kelola Sampah Organik

Baca juga : Stok Mencukupi, Harga Hewan Kurban Di Jakarta Masih Stabil

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah meminta seluruh pasar yang berada di bawah koordinasi Pasar Jaya untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk maupun bahan lain yang bermanfaat.

“Yang untuk organik, terutama yang di pasar-pasar, saya sudah minta semua pasar yang di bawah koordinasi Pasar Jaya mereka melakukan sendiri. Bahkan kemudian sampahnya digunakan untuk pupuk dan sebagainya, fertilizer dan sebagainya,” ujarnya.

Selain pasar, Pemprov DKI Jakarta juga mewajibkan hotel, restoran, dan cafe menyediakan fasilitas pemisahan sampah. 

Baca juga : Pengelolaan Sampah Tanggung Jawab Bersama

“Sedangkan untuk hotel, restoran dan cafe, kami mewajibkan semuanya harus punya tempat untuk pemisahan karena memang sampah yang terbesar di organik ini adalah hotel, restoran, dan kafe,” tegasnya.

Dievaluasi Rutin

Pemprov DKI Jakarta memastikan gerakan pilah sampah tidak hanya bersifat seremonial. Seluruh jajaran pemerintah daerah disebut akan bergerak aktif untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan.

“Sedangkan untuk seluruh jajaran DKI Jakarta, ini bukan hanya sekadar kampanye yang bersifat seremonial, ini kami serius karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta karena Bantar Gebang sudah tidak mampu lagi,” ungkapnya.

Baca juga : Ketua DPRD DKI Jakarta Dukung Penguatan Bela Negara Di Perguruan Tinggi

Untuk memastikan implementasi berjalan maksimal, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan evaluasi rutin terhadap perkembangan gerakan pilah sampah di seluruh wilayah ibu kota.

“Bahkan saya sudah minta kepada Biro KDH setiap dua minggu sekali kita akan evaluasi perkembangan dari gerakan pilah sampah ini,” tutup Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.