Dark/Light Mode

Pantauan Jurnalis Rakyat Merdeka Dari Gedung Bertingkat

Udara Di Jakarta Berasap, Masuk Kategori Tak Sehat

Jumat, 12 Juni 2026 06:25 WIB
Langit Jakarta tampak berasap saat dilihat dari Lantai 45 Trinity Tower, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). (Foto: Edy Burnama/rm.id)
Langit Jakarta tampak berasap saat dilihat dari Lantai 45 Trinity Tower, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). (Foto: Edy Burnama/rm.id)

 Sebelumnya 
Dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, Pemprov DKI dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan. “Sedangkan masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan perlindungan diri sejak dini,” jelas Dudi. 

Dia menambahkan, informasi prakiraan kualitas udara akan sangat membantu kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. 

Melalui informasi tersebut, masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi, seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker saat kualitas udara diperkirakan memburuk. 

“Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan BMKG ini, diharapkan menghadirkan sistem informasi kualitas udara yang lebih akurat, prediktif, dan mudah diakses masyarakat,” katanya. 

Gerakan #SatuLangkahDulu 

Baca juga : Amerika Serikat Vs Paraguay, Tuan Rumah Bakal Agresif

Selain mengembangkan teknologi peringatan dini, Pemprov DKI juga terus mendorong partisipasi masyarakat melalui gerakan kolaboratif. #SatuLangkahDulu. 

Kampanye yang digagas melalui Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Klaster Udara tersebut, mengajak masyarakat melakukan langkah sederhana, namun konsisten untuk mengurangi pencemaran udara. 

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Purwanti Suryandari mengatakan, kualitas udara masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga Jakarta. 

“Setiap langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama akan membentuk gerakan kolektif yang mampu menghadirkan perubahan nyata,” ujarnya. 

Baca juga : Kalahkan Nigeria 2-1,  Portugal Panaskan Mesin

Menurut Purwanti, kampanye tersebut akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari edukasi di media sosial, aksi lingkungan, praktik pengurangan emisi hingga berbagai tantangan kreatif yang melibatkan masyarakat. 

Gerakan ini melibatkan Pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat luas, guna menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. 

“Menjelang lima abad Jakarta, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk mewariskan kota dengan udara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang,” katanya. 

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Pemprov DKI juga akan menggelar Jakarta Eco Future Fest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada 3-4 Juli. 

Baca juga : Perjalanan Haji Sharfina, Inspirasi Penyandang Disabilitas

Sementara itu, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki menilai, tantangan pengendalian pencemaran udara di Jakarta semakin kompleks, seiring tingginya urbanisasi, pertumbuhan pembangunan, serta dampak perubahan iklim global. 

Karena itu, BMKG terus memperkuat layanan informasi kualitas udara dan literasi iklim, agar dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan maupun panduan aktivitas masyarakat. 

“Kita membutuhkan aksi bersama seperti #SatuLangkahDulu sebagai pemantik perubahan perilaku masyarakat secara nyata, inklusif, dan berkelanjutan,” tandasnya. 

Melalui kombinasi teknologi peringatan dini dan gerakan kolaboratif masyarakat, Pemprov DKI berharap upaya pengendalian pencemaran udara dapat berjalan lebih efektif, sehingga kualitas udara di Jakarta membaik. [EDY/DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.