Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lepas SDG Sawit Di Sumut, Dubes Tanzania Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Rabu, 6 Mei 2026 12:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Tanzania untuk Indonesia, Macocha Moshe Tembele menegaskan, pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan industri kelapa sawit, salah satunya melalui pelepasan sumber daya genetik (SDG) kelapa sawit.
Tembele menyebut pelepasan SDG tidak hanya menjadi kegiatan ilmiah, tetapi juga simbol kemitraan strategis antara Indonesia dan Tanzania. Menurut dia, kedua negara yang dipisahkan oleh Samudra Hindia memiliki tujuan bersama dalam memajukan sektor pertanian.
“Hari ini kita tidak hanya melepas sumber daya genetik, tetapi juga merayakan ilmu pengetahuan dan kemitraan. Ini adalah kisah kolaborasi dua negara sahabat yang dipisahkan oleh Samudra Hindia, namun disatukan oleh tujuan bersama,” ujarnya saat menghadiri pelepasan SDG kelapa sawit asal Tanzania di Kebun Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (5/5/2026).
Baca juga : RI Perkaya Genetik Sawit, SDG Asal Tanzania Dilepas Di Sumut
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara sebagai solusi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan global. Menurutnya, inovasi akan terus berkembang melalui pertukaran ide, sumber daya, dan keahlian antarnegara.
“Kerja sama bukan sekadar slogan diplomatik, tetapi alat nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Tembele mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan pelepasan SDG tersebut, antara lain Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Kementerian Pertanian, lembaga penelitian, pelaku usaha, serta Tanzania Agricultural Research Institute (TARI).
Baca juga : Halal Bihalal Pasbata, Gubernur Jateng Tekankan Kolaborasi dan Kejujuran
Ia menambahkan, pengalaman yang diperoleh peneliti Tanzania selama berada di Indonesia akan menjadi bekal penting dalam pengembangan industri kelapa sawit di negaranya.
Menutup sambutannya, Tembele menegaskan, pelepasan SDG ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan simbol kemitraan, pertukaran pengetahuan, dan peluang masa depan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan GAPKI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Badan Karantina Indonesia, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, serta 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.
Baca juga : Polantas Menyapa Ojol Sukabumi, Kakorlantas Perkuat Kolaborasi
Melalui kolaborasi ini, pelepasan SDG kelapa sawit diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan produktivitas serta menjadi bukti kekuatan kerja sama global di sektor perkebunan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya