Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DPRD DKI Puji Inovasi Bank Jakarta Olah Sampah Jadi Biogas di Rusunawa Rorotan
Selasa, 6 Oktober 2026 08:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka -
Panitia Khusus (Pansus) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR/TJSL) DPRD DKI Jakarta mengapresiasi inovasi pengolahan sampah organik berbasis teknologi biodigester yang digagas Bank Jakarta bersama mitranya. Program kolaborasi ini dinilai menjadi solusi efektif dalam menangani persoalan sampah di kawasan permukiman padat.
Ketua Pansus CSR/TJSL DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, menyatakan bahwa sekitar 60 persen dari total sampah di Ibu Kota merupakan limbah organik rumah tangga yang membutuhkan penanganan khusus dari sumbernya.
Baca juga : Kursi DPRD DKI Jakarta: Perlukah Ditambah atau Justru Dikurangi?
"Kami berharap dengan adanya biodigester ini, sampah bisa terolah langsung di tempat dan menghasilkan energi terbarukan berupa biogas yang dapat dimanfaatkan warga rusun untuk memasak," ujar Ghozi saat meninjau fasilitas biodigester komunal di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (5/10/2026).
Ghozi menegaskan, peninjauan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program CSR BUMD. DPRD DKI Jakarta saat ini juga tengah mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) CSR agar pengelolaan TJSL memiliki payung hukum yang lebih mengikat.
Ia berharap program ini tidak berhenti di Jakarta Utara saja, melainkan diperluas ke wilayah padat penduduk lainnya di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Baca juga : Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Biodigester Bank Jakarta Ubah Sampah Jadi Biogas
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menjelaskan bahwa instalasi biodigester di Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara dilengkapi mesin pembubur sampah organik berkapasitas 250 kilogram per jam. Fasilitas berkapasitas olah hingga 1,2 ton per hari ini mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 154,4 ton CO2e per tahun.
"Selain menghasilkan biogas sebagai pengganti LPG, sistem ini juga menghasilkan pupuk organik cair sebanyak 400 hingga 450 liter per hari serta pupuk padat 50 hingga 100 kg per hari untuk urban farming warga," kata Agus.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menyebut kehadiran sarana pengolahan di tingkat lokal ini berdampak signifikan terhadap kesadaran masyarakat.
Baca juga : Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah Perkuat Fiskal Dan Biayai Pembangunan
"Tingkat pemilahan sampah rumah tangga warga di lokasi percontohan berhasil meningkat drastis dari sebelumnya hanya 5 persen menjadi hampir 90 persen," ungkap Edy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya