Dark/Light Mode

Jakarta Ecotourism Festival 2026, Jelajahi Pesona Bahari Kepulauan Seribu

Selasa, 6 Oktober 2026 12:23 WIB
Foto: Disparekraf DKI Jakarta.
Foto: Disparekraf DKI Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepulauan Seribu tak hanya menawarkan panorama laut dan keindahan pulau, tetapi juga menyimpan kekayaan ekosistem yang perlu dijaga.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam Jakarta Ecotourism Festival 2026 yang mengajak wisatawan menjelajahi destinasi bahari sekaligus mengenal upaya pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta pada 28-30 September 2026 itu berlangsung selama tiga hari dua malam.

Puluhan peserta dari sejumlah komunitas di Jakarta memulai perjalanan dari Dermaga Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

"Dari dermaga tersebut, rombongan berlayar menuju sejumlah destinasi di Kepulauan Seribu, mulai dari Pulau Tidung Kecil, Museum Tulang Ikan Hiu, Pulau Tidung Besar hingga Pulau Pramuka," jelas Andy, salah satu peserta.

Jakarta Ecotourism Festival 2026 tidak sekadar menawarkan pengalaman menikmati panorama laut dan pulau. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai konsep ekowisata, yakni pengembangan pariwisata yang berupaya menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata, kelestarian lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Eksplorasi Kepulauan Seribu dalam rangkaian festival tersebut memperlihatkan besarnya potensi wisata berbasis alam yang dimiliki wilayah tersebut.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Tanam 10 Ribu Mangrove di Kepulauan Seribu

Namun, potensi wisata bahari perlu dikelola secara bertanggung jawab agar peningkatan aktivitas wisata tidak mengorbankan ekosistem yang menjadi daya tarik utama Kepulauan Seribu.

Di Pulau Tidung, peserta mendapatkan kesempatan melihat secara langsung berbagai aktivitas konservasi.

Di antaranya rehabilitasi ekosistem terumbu karang dan mangrove, konservasi penyu hijau dan penyu sisik, hingga budidaya ikan nemo.

Peserta tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga mempelajari bagaimana kegiatan pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Pusat Suaka Penyu. Di tempat tersebut, peserta dapat melihat langsung upaya pelestarian penyu yang menjadi bagian penting dari ekosistem Kepulauan Seribu.

Keberadaan fasilitas konservasi tersebut menjadi semakin penting mengingat populasi penyu menghadapi berbagai ancaman.

Salah satunya berasal dari aktivitas manusia, termasuk kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dapat mencemari lingkungan laut.

Baca juga : Pramono Siapkan Modal TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selain wisata alam dan konservasi, Jakarta Ecotourism Festival 2026 juga menghadirkan sisi kreatif masyarakat melalui Wall of Jakarta yang berada di kawasan Jembatan Cinta, Pulau Tidung.

Wall of Jakarta menjadi ruang bagi masyarakat dan seniman untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni mural.

Kehadirannya memperlihatkan bagaimana ruang publik di kawasan wisata dapat dikembangkan menjadi tempat berekspresi yang penuh warna.

Program tersebut juga mendapat perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena Pulau Tidung dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan, tidak hanya dari sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi serta usaha kecil dan menengah (UKM).

Kolaborasi bersama Disparekraf DKI Jakarta tersebut memadukan unsur seni, kreativitas, hiburan, keterlibatan komunitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu program utama dalam Jakarta Ecotourism Festival 2026 adalah Paint the Island. Program ini menghadirkan karya mural dari enam seniman nasional, yakni Hardthirteen, GEMS, KSSA, FVNTAZE, NEBSTER, dan WKA.

Kehadiran para seniman tersebut menambah warna baru bagi kawasan Pulau Tidung sekaligus mempertemukan dunia seni dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca juga : 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami

Melalui Paint the Island, mural tidak hanya menjadi elemen visual di ruang publik, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung.

Rangkaian Jakarta Ecotourism Festival 2026 menunjukkan bahwa pengembangan wisata Kepulauan Seribu dapat dilakukan dengan menggabungkan potensi alam, edukasi konservasi, kreativitas, dan keterlibatan masyarakat.

Konsep tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian penting dari keberlanjutan destinasi wisata.

"Dengan kekayaan ekosistem laut, mangrove, terumbu karang, konservasi penyu, serta kreativitas masyarakat, Kepulauan Seribu memiliki berbagai elemen yang dapat dikembangkan sebagai destinasi ekowisata," jelasnya.

Melalui kegiatan seperti Jakarta Ecotourism Festival 2026, pengalaman wisata tidak hanya berhenti pada menikmati keindahan alam.

Wisatawan juga diajak memahami bahwa keberlanjutan destinasi sangat bergantung pada kepedulian terhadap lingkungan dan keterlibatan masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.