Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez menatap Grand Prix (GP) Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (11/10/2026) dengan percaya diri. Ia menargetkan bisa finis di balapan utama.
“Sekarang mari kita lihat bagaimana keadaan motor saya di Indonesia. Tapi secara umum, sejak balapan di Aragón, saya merasa sangat nyaman dengan kondisi motor saya,” kata Marquez, dikutip dari laman Ducati Lenovo, Senin (5/10/2026).
Selama ini, Marquez belum pernah menyelesaikan balapan utama di Mandalika sehingga dianggap sebagai “kutukan”. Bahkan, tahun lalu Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada lap pertama, yang membuatnya tidak bisa melanjutkan balapan.
Baca juga : Prabowo Bicara Serangan Fisik & Non Fisik di HUT ke-81 TNI: Ekonomi Kita Diganggu
Insiden ini menyebabkan Marquez mengalami cedera pada bahu kanannya yang membuatnya kehilangan kekuatan pada lengannya. Ia pun disebut balapan dengan satu tangan.
Namun, dengan kondisi tersebut Márquez mampu mengejar ketertinggalannya di awal musim dan melesat ke papan atas klasemen.
Mandalika pun menjadi tantangan bagi Marquez untuk menaklukkannya dan memuncaki klasemen.
Baca juga : Lapas Mewah Dibangun 2023, Pakai Dana Napi
Sebelumnya, di GP Jepang Marquez mengamankan sprint race dan balapan utama dengan mengalahkan duo Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. “Saya benar-benar senang dengan 37 poin yang diraih akhir pekan ini, karena itulah tujuan utama. Itu adalah balapan yang sulit, terutama di putaran pertama di belakang Jorge (Martín),” katanya.
Kemenangan ini membuat Marquez menjadi pembalap dengan kemenangan terbanyak di Sirkuit Misano, total empat kemenangan. Ia juga berpeluang mempertahankan gelar juara dunia, kini peringkat kedua klasemen sementara dengan 331 poin, selisih dua poin dari Martin di puncak.
Manajer Ducati Lenovo Luigi Dall’Igna memuji performa Marquez yang menjuarai MotoGP Jepang setelah mengakhiri persaingan sengit melawan duo Aprilia Racing. “Marc sangat luar biasa dan dalam balapan terakhir dia melakukan segalanya dengan benar, jadi selamat baginya dan seluruh tim,” kata Luigi.
Baca juga : Pesan Presiden Ke Kepala Bakom Baru: Dengarkan Keluhan Dan Kritik Masyarakat
Lewat kemenangan Marquez, Luigi mencatat 100 kemenangan Grand Prix selama berstatus manajer Ducati Lenovo. Francesco Bagnaia menjadi pembalap dengan kemenangan terbanyak di era Luigi, yakni 31 kemenangan, disusul Marquez 20 kemenangan dan Andrea Dovizioso 14 kemenangan.
Luigi mengatakan tujuannya adalah membawa tim menjuarai GP Jepang dan tidak terlalu memikirkan catatan pribadi. Kemenangan di Motegi memperkuat modal Marquez menuju Mandalika. Adaptasi motor dan konsistensi akan menjadi kunci. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya