Dark/Light Mode

Pramono Resmikan Dua Embung di Jakarta Timur untuk Atasi Banjir

Senin, 19 Oktober 2026 15:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan dua fasilitas penampungan air yakni Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). (Foto: Berita Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan dua fasilitas penampungan air yakni Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). (Foto: Berita Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Batu Bangkong dan Embung Batu Hitam di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). Langkah ini menjadi upaya strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pencegahan banjir melalui pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan.

Pembangunan kedua embung yang digarap Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sejak 2025 ini menerapkan pendekatan biru-hijau atau nature-based solution. Fasilitas tersebut dirancang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai tempat penampungan air sekaligus ruang interaksi sosial bagi warga sekitar.

Baca juga : Warga Guntur Jaksel Desak Pemprov DKI Tertibkan Rumah Penampungan Barang Bekas

Kapasitas dan Fasilitas Embung

Secara teknis, Embung Batu Bangkong berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare dengan kapasitas daya tampung mencapai 20.300 meter kubik. Sementara itu, Embung Batu Hitam memiliki luas 2,1 hektare dengan daya tampung sebesar 16.250 meter kubik.

Baca juga : Tekan Polusi, Yuk Kurangi Naik Kendaraan Pribadi

Selain berfungsi menampung air, kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik pendukung. Warga dapat memanfaatkan fasilitas seperti Sunken Plaza untuk area mini teater, balai warga, lintasan lari (jogging track), taman bermain anak, hingga lapangan multifungsi.

Strategi Pencegahan Banjir dan Konservasi

Baca juga : Merawat Asa Di Tengah Duka Banjir Padang

Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir di ibu kota berfokus pada langkah preventif, bukan sekadar merespons saat genangan air sudah terjadi. Pada musim kemarau, kawasan embung difungsikan sebagai ruang terbuka publik, sedangkan pada musim hujan beralih fungsi sebagai penampung air baku dan area konservasi.

Selain pembangunan embung, Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan program normalisasi di sejumlah sungai utama seperti Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Perawatan rutin terhadap seluruh fasilitas publik di kawasan embung juga menjadi perhatian utama agar manfaat infrastruktur ini bertahan dalam jangka panjang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.