Dark/Light Mode

Siap Terima Kritik, Polri Genjot Kepercayaan Publik

Senin, 2 November 2026 14:27 WIB
Dialog di Kebayoran Park Mall, Jakarta Selatan, Senin (2/11) siang.
Dialog di Kebayoran Park Mall, Jakarta Selatan, Senin (2/11) siang.

RM.id  Rakyat Merdeka -

Polri memandang kepercayaan masyarakat sebagai aspek krusial dalam pelaksanaan tugas kepolisian.Seluruh jajaran Polri pun diminta untuk aktif membangun dan menjaga kepercayaan publik tersebut.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Karopenmas Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.Kom., saat dialog di Kebayoran Park Mall, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026) siang.

Baca juga : Pengamat Apresiasi Polri Gerebek Sarang Narkoba Di Kampung Bahari

Kadiv Humas mengakui bahwa tantangan komunikasi publik Polri di era digital saat ini sangat berat. Di tengah kemudahan akses internet, Polri dihadapkan pada derasnya arus informasi hoaks di masyarakat. Mengutip data internal, tercatat ada 1.596 lebih informasi hoaks beredar sejak Februari lalu.

"Karena itu, Polri tidak bisa lagi hanya sekadar membanjiri informasi yang benar, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dipercaya masyarakat," tutur Johny Eddizon Isir.

Ia menilai, penguasaan teknologi dan materi memang penting bagi jajaran Polri, namun yang lebih utama adalah memastikan informasi yang disampaikan benar-benar dipercaya publik. Untuk itu, ia menegaskan bahwa Polri sangat terbuka terhadap kritik dan masukan agar semakin memahami aspirasi masyarakat.

Baca juga : 5 Alasan Kapolri Larang Vape di Lingkungan Polri, Salah Satunya Rawan Narkotika

Harus Konsisten

Dosen Komunikasi Universitas Indonesia, Margareta Manalu, M.Si., sependapat mengenai perlunya Polri membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, Polri tidak sekadar harus mengisi ruang digital, tetapi juga wajib menyediakan ruang untuk mendengar keluhan, mengoreksi informasi, dan membangun partisipasi masyarakat.

"Paradigma keberhasilan komunikasi Polri harus dilihat pada kualitas respons, kredibilitas, dan kepercayaan masyarakat," tutur Margareta. Ia menambahkan, masyarakat mendambakan institusi Polri yang dapat dipercaya, konsisten, dan mampu berkolaborasi menciptakan ketenteraman bersama, bukan berhadap-hadapan.

Baca juga : Korlantas Polri Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Lalu Lintas

Sementara itu, perwakilan Drone Emprit, Rizal Nova Mujahid, memaparkan empat isu utama yang menjadi objek kritik masyarakat terhadap Polri, yakni layanan dan penanganan perkara, represi saat aksi massa,integritas personel, serta penegakan hukum yang sewenang-wenang. Ia berharap Polri memberikan atensi khusus terhadap keempat sasaran kritik tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.