Dark/Light Mode

Tingkatkan Kualitas Lulusan, Prodi KPI UIN Jakarta Siap Review Kurikulum

Rabu, 7 Oktober 2020 09:25 WIB
Kegiatan pra review kurikulum yang diikuti dosen KPI UIN Jakarta dilakukan secara virtual awal September lalu. (Foto : Istimewa)
Kegiatan pra review kurikulum yang diikuti dosen KPI UIN Jakarta dilakukan secara virtual awal September lalu. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya pengajar, memperkuat laboratorium dan mereview kurikulum.

“Tantangan mahasiswa semakin berat di masa depan. Itu mengapa pemerintah meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar, bertajuk Kampus Merdeka. Kami akan menyesuaikan itu dengan meningkatkan kualitas semua aspek pendukung. Peminatan public speaking dan broadcasting di KPI juga kami perkuat. Ke depan kami juga akan menambah peminatan perfilman,” kata Kaprodi KPI Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (Fidkom) UIN Jakarta, Dr Armawati Arbi, Selasa (6/10).

Sebelumnya, KPI menggelar kegiatan pra review kurikulum melalui diskusi bersama dosen KPI awal September lalu. Dihadiri Wadek 1 Fidkom, Dr .Siti Nafsiah, salah satu agenda kegiatan ini membahas konsep integrasi keilmuan Prodi, fakultas dan universitas yang akan terus dikembangkan, termasuk rencana menyesuaikan dengan kurikulum Kampus Merdeka.

Berita Terkait : Metode Sarungisasi Bisa Tingkatkan Kualitas Kakao Petani

“Penambahan peminatan akan juga memperkuat perumusan kurikulum sesuai dengan visi dan misi dari KPI yakni prodi unggul, integratif dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional dan internasional pada tahun 2026,” jelas Armawati.

Berharap usulan itu menjadi kenyataan, pihaknya akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mereview kurikulum Prodi KPI. Beberapa ahli, ketua ASKOPIS, ahli komunikasi Islam, alumni KPI serta praktisi perfilman akan diundang.

“Kami mengundang alumni-alumni public speaking dan broadcast. Praktisi dan ahli perfilman. Kami juga bekerja sama dengan Askopis atau Asosiasi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Agama Islam,” jelasnya.

Berita Terkait : Tingkatkan Kualitas Teknisi, Yanmar Gelar Pelatihan Secara Daring

Armawati menambahkan penambahan peminatan di Prodi KPI juga mendapat dukungan Askopis. Beberapa Prodi KPI di instasni lain yakni Profi KPI Surabaya, Ambon, Surakarta mendukung ketika Webinar Kampus Merdeka jika KPI Jakarta membuka peminatan perfilman ini.

“Nantinya kami akan minta masukan juga dengan Asosiasi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Agama Islam terkait review kurikulum tersebut,” jelasnya.

Armawati berharap penambahan peminatan ini bisa mewarnai lulusan KPI yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan berdakwah secara profesional, baik secara lisan maupun tulisan, lalu menciptakan lulusan yang berkepribadian Islami yang dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Berita Terkait : Hati-hati, Positivity Rate di Jakarta Kini 13 Persen

"Juga bisa menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar metodologi ilmu komunikasi dan penyiaran Islam, sehingga mampu mengembangkan dan bertindak sebagai sarjana komunikasi dan penyiaran Islam."

Istilah Kampus Merdeka merupakan kebijakan yang diluncurkan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada Januari 2020. Program Kampus Merdeka melimpahkan kebebasan belajar di luar program studi selama tiga semester guna melengkapi kompetensi yang diperlukan di masa mendatang. [IPL]