Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) XXI di Palembang, Sumatra Selatan, berhasil menyelesaikan salah satu agenda utama yakni pemilihan Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri). Dari delapan kandidat, Wulan Sari, berhasil keluar sebagai pemenangnya.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 dan pemilik gelar Strata 1 (S1) jurusan Kimia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2021 itu mengantongi mayoritas suara. Dari pantauan di tempat Kongres PMII XXI, di Jakabaring Sport City (JSC), Kamis (22/8), Wulan resmi menjadi Ketua Kopri PMII.
Wulan mendapatkan 175 dari 298 suara. Dengan hasil tersebut pemilik gelar magister Ilmu Komunikasi di London School Public Relation itu pun menjadi nahkoda badan tersebut hingga 2027.
Perempuan kelahiran Bengkulu, 31 Agustus 1994 itu dikenal sebagai aktivis yang cekatan dan piawai dalam memimpin organisasi. Sejak belia Wulan dipercaya memimpin organisasi sekolah seperti OSIS, Pramuka, hingga kepala asrama.
Bakat kepemimpinannya semakin matang saat mengenyam pendidikan strata satu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Himpunan Mahasiswa Jurusan, Dewan Mahasiswa, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa bidang bahasa dan olahraga menjadi bagian dari wahana yang menempa karakter seorang Wulan.
Baca juga : Polisi Siapkan 2.975 Personel Jaga Gedung DPR Dan MK
Sebagai mahasiswa Nahdliyyin, ia tumbuh dan berkembang dalam naungan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Wulan menjadi salah satu kader perempuan yang bersinar dan menerangi jalan bagi kader perempuan lain yang tumbuh dari rahim PMII Ciputat.
Kepemimpinannya sebagai ketua komisariat Fakultas Sains dan Teknologi serta Ketua KOPRI Cabang Ciputat diakui dan menjadi inspirasi bagi banyak kader perempuan setelahnya.
Tak heran bila banyak yang menjadikannya sebagai panutan, karena selain pengabdi di berbagai organisasi, ia juga banyak meraih prestasi. Kejuaraan debat bahasa Arab, Inggris dan debat ekonomi berhasil diraihnya, Wulan juga kerap menjadi delegasi mahasiswa dalam forum di luar negeri.
Sebuah barometer yang dengan jelas memperlihatkan kualitas berbahasa dan kedalaman pengetahuan yang mumpuni. Wulan memang dikenal sebagai pribadi yang haus ilmu pengetahuan, itulah mengapa ia melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Komunikasi di London School of Public Relation.
Sejak 2016, ia dikenal sebagai presenter yang kerap membawakan acara di event-event nasional maupun internasional. Pengabdiannya di TV Nahdlatul Ulama memberikannya peran sebagai pembawa pesan wasathiyya dan agenda-agenda penting Nahdlatul Ulama.
Baca juga : Sultan Najamuddin Nilai Bahlil Pantas Jadi Ketum Beringin
Wulan menilai KOPRI merupakan wadah yang memainkan peran penting dalam memberdayakan entitas perempuan melalui berbagai strategi penguatan kapasitas intelektual, KOPRI mendorong anggotanya untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan setiap individu.
“Upaya pemberdayaan perempuan tidak hanya menciptakan kesetaraan gender dalam lingkungan organisasi ataupun masyarakat, tetapi juga untuk memastikan bahwa progresivitas sebuah organisasi ataupun pembangunan negara didasarkan pada inklusi dan keadilan,” katanya.
Kader KOPRI diharapkan berdaya secara Individu, kata Wulan, kader KOPRI mampu mengembangkan keterampilan, bakat, dan potensi yang dimiliki melalui Pendidikan formal, pelatihan, maupun ruang mandiri dalam berbagai bidang. Berdaya secara individu juga melibatkan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dan kegagalan dengan tangguh.
“Sehingga, individu yang berdaya juga memiliki tingkat motivasi dan inisiatif yang tinggi,” tegasnya.
Setiap kader diharapkan dapat berdaya bersama KOPRI dengan adanya elaborasi minat dan bakat kader dan kopri sebagai organisasi yang menjadi wadah. Organisasi yang berdaya dapat membuka ruang untuk kader berkontribusi dengan ide-ide baru, menciptakan lingkungan yang merangsang kreativitas dan inovasi, dan mempromosikan kolaborasi lintas instrument untuk mencapai tujuan Bersama.
Baca juga : PP MDI Optimis, Bahlil Terpilih Jadi Ketua Umum Golkar
Kader KOPRI dan secara ruang gerak organisasi KOPRI mampu memiliki daya saing global merujuk pada kemampuan individu ataupun organisasi untuk beradaptasi, berinteraksi, dan berkolaborasi di tingkat nasional, internasional atau lintas batas.
Berpegang pada makna-makna pemberdayaan di atas diharapkan kader-kader KOPRI dapat menjadi individu-individu berkualitas yang dapat berkontribusi secara maksimal menyongsong Indonesia Emas 2045. PMII lebih khususnya KOPRI yang merupakan wadah mahasiswa/i untuk berorganisasi memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mensukseskan Indonesia Emas 2045.
Pada 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70% nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2025-2045. Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah social seperti kemiskinan, Pendidikan yang rendah, Kesehatan yang buruk, pengangguran, dan kriminalitas yang tinggi.
“Maka dari itu, generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan harus disiapkan sejak dini menuju impian Indonesia menjadi generasi emas 2045,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya