Dark/Light Mode

Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp 26,6 Triliun Di Kuartal II

Rabu, 31 Juli 2024 21:14 WIB
Paparan kinerja Bank Mandiri Kuartal II-2024. (Foto: Ist)
Paparan kinerja Bank Mandiri Kuartal II-2024. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga kuartal II-2024, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencetak laba bersih secara konsolidasi Rp 26,6 triliun. Jumlah tersebut naik 5,23 persen dibanding periode sama tahun lalu (yoy).

Peningkatan laba tersebut, diikuti dengan positifnya penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp 1.532 triliun atau tumbuh 20,5 persen.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri ini pun melebihi rata-rata industri perbankan ini tidak lepas dari stabilitas dan perkembangan ekonomi Indonesia, meskipun di tengah dinamika ekonomi global. 

“Bank Mandiri terus mencatatkan kinerja impresif pada kuartal II tahun 2024. Bahkan, kredit perseroan tumbuh melampaui rata-rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 12,36 persen,” ujarnya dalam paparan kinerja kuartal II-2024 secara virtual, Rabu (31/7/2024).

Sejalan dengan hal tersebut, kualitas aset Bank Mandiri yang membaik, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian yang berkesinambungan, sistemik, logis dan terukur. Untuk mendorong pertumbuhan kredit, Bank Mandiri berfokus pada perluasan ekosistem dan optimalisasi potensi di setiap wilayah, guna mencapai hasil maksimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah.

Darmawan menjelaskan, pertumbuhan kredit konsolidasi Bank Mandiri tumbuh optimal di semua segmen. Penyaluran kredit ke segmen korporasi menjadi kontributor terbesar, dengan realisasi mencapai Rp 561 triliun pada kuartal II-2024, meningkat 29,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 433 triliun.

Baca juga : Pembayaran Klaim BPJamsostek Mampang Januari-Juni 2024 Tembus Rp 113 Miliar

Selanjutnya di segmen komersial mencatat peningkatan kredit sebesar 21,7 persen menjadi Rp 262 triliun, sementara kredit UMKM meningkat 6,3 persen yoy mencapai Rp 127 triliun. Diikuti dengan laju kredit konsumer yang meningkat 9,02 persen menjadi Rp 116 triliun. 

Penyaluran kredit tersebut, turut mendorong perolehan aset Bank Mandiri yang menembus Rp 2.258 triliun secara konsolidasi di akhir Juni 2024, naik 15 persen secara tahunan. Berkat impresifnya pertumbuhan kredit di seluruh segmen tersebut, Bank Mandiri mengaku optimistis dengan pencapaian positif hingga akhir tahun.

“Maka, kami memutuskan untuk dengan pendekatan ekosistem dan sektor unggulan di beberapa wilayah, baik melalui cabang dan platform digital, kami merevisi guidance kredit yang tadinya 13 sampai 15 persen menjadi 16 sampai 18 persen,” ucapnya.

Tak hanya itu, ke depan, sambung Darmawan, Bank Mandiri akan terus berinovasi dan bertransformasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik. 

Lewat pemetaan bisnis yang tepat, pihaknya yakin Bank Mandiri akan terus tumbuh dan berkembang menjadi bank yang unggul dan berdaya saing di tingkat regional maupun global.

Selanjutnya, capaian laba Bank Mandiri juga turut ditopang oleh pendapatan bunga yang tumbuh sehat sebesar 12,5 persen. Pada periode yang sama, pendapatan non bunga Bank Mandiri berhasil mencapai Rp 19,41 triliun atau tumbuh sebesar 5,74 persen. 

Baca juga : Laba CIMB Niaga Tumbuh 5,8 Persen Tembus Rp 4,4 Triliun

Pertumbuhan pendapatan non bunga tersebut, didorong oleh recurring fee yang meningkat dari transaksi digital perseroan. Yaitu, Livin’ by Mandiri dengan pertumbuhan positif sebesar 26,4 persen.

Kemudian di fungsi intermediasi tersebut juga diimbangi dengan pertumbuhan DPK secara konsolidasi yang tumbuh sebesar 15,4 persen yoy menjadi Rp 1.651 triliun. Pertumbuhan DPK ini didorong oleh peningkatan dana murah sebesar 17,9 persen, yang ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 23 persen menjadi Rp 612 triliun dan tabungan yang meningkat 13,4 persen menjadi Rp 626 triliun.

Pertumbuhan tersebut pun turut mendorong komposisi rasio dana murah (CASA Ratio) terus meningkat mencapai 79,7 persen secara bank only, level tertinggi dalam sejarah Bank Mandiri. Pencapaian ini ikut berkontribusi menjaga biaya dana atau Cost of Fund (CoF) bank only di level yang rendah sebesar 2,08 persen.

“Pertumbuhan penempatan dana murah di Bank Mandiri tidak terlepas dari transformasi digital yang terus dilakukan, dengan fokus pada inovasi untuk menghasilkan layanan terbaik bagi  nasabah,” kata Darmawan.

Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Bank Mandiri, Sigit Prastowo menambahkan, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya permintaan kredit, Bank Mandiri tetap konsisten menjaga kualitas aset dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. 

“Berbekal pengalaman Bank Mandiri selama puluhan tahun sebagai bank korporasi terbesar di Indonesia, dan transformasi panjang dalam bisnis proses Bank Mandiri terus mampu menjaga kualitas kredit,” katanya.

Baca juga : Woww, Dana Kampanye Kamala Harris Tembus Rp 3,26 Triliun Dalam Sepekan

Hal ini tercermin dari posisi non performing loan (NPL) bank only yang melandai ke level 1,01 persen per Juni 2024. Posisi tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan periode Juni 2024 di level 1,53 persen, atau telah turun sebesar 52 basis poin (bps).

Ditegaskan Sigit, dalam menjaga kualitas aset, Bank Mandiri juga telah membentuk pencadangan yang memadai. Sampai dengan Juni ini, Bank Mandiri telah menyiapkan pencadangan yang cukup, dengan NPL Coverage ratio bank only di level optimal mencapai 332 persen.

Berkat disiplin dalam mengimplementasikan manajemen risiko, biaya kredit atau cost of credit (CoC) Bank Mandiri secara bank only pun berhasil dijaga di level 0,86 persen per Juni 2024. Kian membaik, bila dibandingkan periode Juni 2023 yang sebesar 0,98 persen. 

“Pencapaian ini merupakan hasil dari inisiatif Bank Mandiri yang sangat prudent dan konservatif dalam menjaga kualitas aset di level yang terjaga,” ujarnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.