Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
11 PTKN Resmi Naik Kelas, Menag Minta Akhlakul Karimah Jadi Fondasi Kampus Agama
Senin, 26 Mei 2025 22:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) resmi naik kelas, yang ditandai dengan penyerahan Peraturan Presiden (Perpres) oleh Kementerian Sekretariat Negara kepada Kementerian Agama (Kemenag), Senin (26/5).
Dari 11 kampus itu, delapan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Satu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi IAIN, dan satu Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) bertransformasi menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN).
Penyerahan Perpres tentang perubahan bentuk 11 PTKN itu dilakukan di Jakarta. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro memimpin langsung proses tersebut.
Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada pendidikan tinggi keagamaan sebagai penopang masa depan bangsa.
Baca juga : Benahi Fasilitas, Pram Ingin Jakarta Jadi Destinasi Olahraga Dunia
Setelah perubahan status, Juri menekankan pentingnya meningkatkan daya saing di bidang-bidang yang menjadi konsentrasi presiden saat ini, seperti pangan, energi, hilirisasi dan teknologi digital.
Untuk itu, jelasnya, pembenahan kurikulum, tata kelola, dan kualitas lulusan menjadi kebutuhan mendesak.
“Tidak hanya mengenai agama, tetapi juga urusan teknologi, urusan era digital, menghasilkan lulusan yang mampu menghandel tantangan-tantangan kita kedepan,” ujarnya.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar juga menaruh harapan besar. Selain dituntut mampu mencetak lulusan yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara, PTKIN juga diminta tidak kehilangan identitasnya sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai moral dan ketuhanan.
Baca juga : Naik Hercules, Bantuan Kemanusiaan Dari Indonesia Sampai Di Myanmar
“Statusnya naik, maka harus mampu mempertahankan akhlakul karimah,” ujarnya.
Menurutnya, keunggulan moral menjadi fondasi utama PTKN. Kemajuan akademik harus berjalan seiring dengan integritas spiritual. Ia ingin UIN tak sekadar unggul dalam ilmu eksakta, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai ketuhanan di tengah perubahan zaman.
Transformasi ini juga dimaksudkan untuk mendorong PTKN menjadi contoh. Menag berharap kampus-kampus keagamaan dapat memberi pengaruh positif, bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter bangsa.
“Peran kita disana, bagaimana UIN memberikan pengaruh agama di dalam dunia pendidikan,” tegasnya.
Baca juga : Wamendagri Minta Kepala Daerah Tindak Anggota Ormas Minta THR
Sebelas kampus yang kini naik kelas itu adalah UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, UIN Syekh Wasil Kediri, UIN Sunan Kudus, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, UIN Madura, UIN Jurai Siwo Lampung, UIN Palangka Raya, dan UIN Palopo.
Dua lainnya adalah IAIN Datuk Laksemana Bengkalis yang sebelumnya STAIN, serta IAHN Mpu Kuturan yang sebelumnya STAHN.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya