Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Minat generasi muda untuk mengenal dan terjun ke dunia keuangan terus tumbuh. Semangat itu terlihat dari meningkatnya jumlah investor muda di pasar modal hingga tingginya antusiasme pelajar dalam mengikuti kegiatan literasi keuangan.
Menyadari potensi sekaligus tantangan tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar LPS Putih Abu-Abu Financial Festival 2025 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (31/5/2025).
Cara ini diharapkan mampu mendekatkan pemahaman finansial kepada lebih dari seribu siswa SMA dan SMK.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menilai generasi Z memiliki potensi besar menjadi pelopor kemandirian finansial di masa depan. Ia menyebutkan karakter generasi muda yang cepat beradaptasi, terbuka pada teknologi, dan memiliki semangat belajar tinggi sebagai modal penting yang harus dibarengi dengan pembekalan literasi sejak usia sekolah.
"Yang dibutuhkan sekarang adalah pembekalan soal bagaimana mengelola keuangan dengan benar," kata Purbaya di sela acara dikutip Minggu (1/6/2025).
Baca juga : LPS Edukasi 1.000 Pelajar SMA agar Cerdas Finansial
Ia menekankan bahwa kebiasaan sederhana seperti mencatat pengeluaran, menyisihkan uang jajan, dan mengenali produk keuangan yang aman dapat membentuk perilaku finansial yang sehat dalam jangka panjang. Bila hal itu sudah tertanam sejak remaja, kata dia, maka generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan keuangan saat dewasa.
"Kalau sejak SMA mereka paham pentingnya dana darurat dan risiko pinjaman, maka di usia 25-an mereka bisa lebih siap secara finansial," ujarnya.
Festival ini diisi berbagai kegiatan interaktif, mulai dari talkshow edukatif, zona permainan keuangan, hingga tantangan media sosial. Dua praktisi literasi keuangan, Ayu Sara Herlia dan influencer Putra Aji Sujati, turut hadir berbagi pengalaman. Penampilan musisi Pamungkas dan Hura-Hura Club menjadi penutup yang memikat antusiasme peserta.
Salah satu aktivitas yang cukup diminati adalah kompetisi konten video bertema “Kenali Keuanganmu, Nabung Aman karena LPS.” Melalui pendekatan kekinian itu, LPS ingin menanamkan pemahaman bahwa menabung di bank memiliki perlindungan negara hingga Rp2 miliar per orang per bank. Banyak pelajar mengaku baru mengetahui peran LPS dalam menjamin simpanan dan merasa lebih percaya diri untuk mulai menabung.
Bagi LPS, acara ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pemahaman keuangan secara menyenangkan dan relevan di kalangan remaja. Festival tersebut juga berkolaborasi dengan program tahunan SCOOFEST dari SMAN 14 Jakarta, yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan seni dan olahraga pelajar.
Baca juga : BNI Dan OJK Ajak Mahasiswa Melek Finansial
Penjabat Kepala Sekolah SMAN 14 Jakarta, Isoh Sukaesah menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kehormatan tersendiri bagi sekolah.
“Sebuah kebanggaan bisa berkolaborasi dengan LPS dalam edukasi keuangan bagi remaja,” ujar Isoh.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga April 2025 menunjukkan jumlah investor pasar modal mencapai 16,2 juta orang. Sebanyak 6,87 juta di antaranya adalah investor saham. Menariknya, sekitar 55 persen dari total investor merupakan generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial. Ini menjadi sinyal kuat bahwa anak muda Indonesia sangat antusias terhadap dunia investasi.
Namun di balik semangat tersebut, terdapat tantangan serius. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat, kelompok usia 15–17 tahun memiliki indeks literasi keuangan paling rendah, yaitu 51,68 persen. Sementara indeks inklusi kelompok usia ini berada di angka 74 persen. Keduanya masih jauh dari rata-rata nasional yang masing-masing sebesar 66,46 persen untuk literasi dan 80,51 persen untuk inklusi.
Rendahnya indeks tersebut menunjukkan bahwa akses dan pemahaman remaja terhadap produk keuangan masih terbatas. Padahal, dalam era digital seperti saat ini, banyak remaja yang sudah mulai tertarik pada berbagai instrumen keuangan seperti saham, reksa dana, dan aset digital lainnya.
Baca juga : ITSEC Asia Lakukan Restrukturisasi dan Siap Perluas Ekspansi Global
Purbaya menegaskan pentingnya langkah edukatif sejak dini agar semangat investasi tidak salah arah. Ia menyebut bahwa sekitar 50 persen pelaku pasar modal saat ini berasal dari generasi SMA yang haus investasi, tetapi belum sepenuhnya paham risiko dan mekanisme pasar.
"Mereka butuh pembekalan yang tepat, bukan hanya semangat," kata dia.
Melalui kegiatan seperti Putih Abu-Abu Financial Festival, LPS berharap pemahaman remaja tentang keuangan dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan semangat mereka menata masa depan. Edukasi keuangan yang dimulai sejak bangku sekolah diyakini akan berdampak pada kebiasaan finansial yang lebih bijak dan kontribusi jangka panjang terhadap perekonomian nasional.
"Dengan literasi keuangan yang baik, mereka bukan hanya mampu mengatur uang sendiri, tapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutup Purbaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya