Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ribuan Peserta Ikuti Ujian Mandiri UGM 2025, Difabel Dapat Pendampingan Khusus
Sabtu, 5 Juli 2025 22:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 34.627 peserta mengikuti Ujian Mandiri Universitas Gadjah Mada berbasis komputer atau UM UGM CBT 2025. Ujian berlangsung dua tahap, yakni 1–5 Juli di Yogyakarta dan 7–12 Juli di Jakarta.
Sebagian besar peserta—yakni 26.522 orang—menjalani ujian di kampus UGM Yogyakarta. Sisanya, 8.105 peserta, mengikuti ujian di lokasi UGM Jakarta.
Tak hanya jumlah peserta yang besar, tahun ini UGM juga menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif. Ujian ini memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk ikut bersaing secara setara.
Ada delapan peserta difabel yang ikut ujian. Mereka terdiri dari tiga peserta tunarungu, satu peserta dengan disabilitas mental, dan empat peserta dengan disabilitas fisik.
Baca juga : Tinjau Pesta Kesenian Bali 2025, Wapres Ajak Wisatawan Terus Ramaikan Bali
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyatakan bahwa pelaksanaan ujian mandiri tahun ini menjadi bukti nyata komitmen kampus. Ia menegaskan bahwa UGM ingin membuka ruang sebesar-besarnya bagi semua calon mahasiswa, tanpa terkecuali.
“UGM terus berupaya untuk menciptakan sistem pendidikan tinggi yang inklusif, yang membuka ruang bagi siapapun untuk berkembang, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Kami ingin memastikan bahwa seluruh calon mahasiswa mendapatkan pengalaman yang adil dan manusiawi dalam proses seleksi masuk UGM,” ucapnya.
Untuk mendukung hal itu, UGM mengerahkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) bekerja sama dengan Direktorat Kemahasiswaan, GMC UGM, serta K3 K5L. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan sebagai relawan.
Mereka membantu peserta difabel mulai dari akses fisik menuju ruang ujian, penyediaan alat bantu, hingga pendampingan teknis selama ujian berlangsung.
Baca juga : Ribuan Pelaut Ikuti Fun Walk Hari Pelaut Sedunia 2025 di Pantai Ancol Jakarta
Pelibatan banyak pihak ini menjadi kunci dari proses yang lancar dan manusiawi. Kolaborasi semacam ini disebut selaras dengan nilai-nilai UGM sebagai kampus kerakyatan yang menjunjung keberlanjutan dan keadilan sosial.
Ifanda (18), peserta asal Probolinggo dengan disabilitas mental, merasa terbantu dengan pendampingan relawan selama ujian. Ia mengaku sempat terkendala saat pemeriksaan awal karena antingnya tidak bisa dilepas, tetapi pelayanan secara umum berjalan baik.
“Alhamdulillah, ujiannya lancar. Tadi sempat ada kendala saat pengecekan karena anting saya tidak bisa dicopot, tapi secara keseluruhan pelayanannya sangat baik. Saya merasa terlayani dengan adil,” katanya.
Hal serupa dirasakan Rakhmat (18), peserta dari Riau yang menggunakan kursi roda. Ia menyebut suasana ujian tenang dan tidak menegangkan. Ia bahkan mengapresiasi layanan yang sudah dimulai sejak di gerbang.
Baca juga : Putin Pastikan, Iran Dapat Andalkan Dukungan Rusia
“Dari gerbang sudah diarahkan oleh Pak Satpam yang sangat baik. Arahan menuju ruang ujian jelas, dan semuanya ramah. Layanannya bagus sekali,” ujarnya.
Soal ujian tahun ini juga mengalami perubahan. Peserta menghadapi tiga jenis tes, yaitu Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU), Tes Potensi, dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Pada bagian TKA, peserta mengerjakan dua mata uji sesuai program studi yang dipilih. UGM akan mengumumkan hasil UM CBT pada 19 Juli 2025 mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya