Dark/Light Mode

Corona Jinak

Saatnya, Ekonomi Menuju Ke Puncak

Sabtu, 20 November 2021 08:10 WIB
Presiden Jokowi saat berbicara pada Kompas100 CEO Forum 2021, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/11/2021). (Foto: Biro Pers)
Presiden Jokowi saat berbicara pada Kompas100 CEO Forum 2021, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/11/2021). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
Beberapa tantangan memberikan efek baik bagi dunia termasuk Indonesia. Namun beberapa lainnya perlu segera diantisipasi. Selain pandemi, ada tantangan geopolitik antara dua mitra dagang Indonesia: China dan AS.

Kemudian, ada tantangan inflasi yang tinggi di negara maju. Hal ini, kata Airlangga, sedikit banyak berdampak pada kondisi ekonomi indonesia. “AS juga bicara mengenai tapering. Ke depan dengan super comodity harga energi jadi lebih tinggi, tentu persoalan bagi Indonesia karena harga energi yang tinggi berakibat pada APBN terutama terkait dengan utilitas listrik maupun subsidi energi,” ulasnya.

Baca juga : Lawan Persib, Saatnya Persija Merangkak Ke Papan Atas

Tantangan lainnya adalah perubahan iklim yang mengancam dunia dan ketahanan pangan RI di tahun depan. Ketahanan pangan ini salah satunya dipengaruhi oleh cuaca. “Kita tahu sepanjang tahun ini kita terbantu oleh musim hujan terus-menerus, sehingga pangan relatif kuat. Tapi menurut BMKG tahun depan berbeda, tentu ini yang harus kita jaga,” kata Airlangga.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, pengendalian pandemi sangat penting. Namun dalam jangka pendek cukup dilematis. Contohnya wacana pemberlakuan PPKM level 3 yang mempengaruhi sektor pariwisata yang mulai bangkit.

Baca juga : Dipuji-puji Luhut, Anies Gembira

Efek ke sektor pariwisata yang perlahan bangkit terancam kembali menurun. Okupansi hotel misalnya yang berharap dari peak season Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemungkinan besar mengalami pembatalan dan perubahan jadwal.

“Sebelum ada rencana PPKM ketat kan ada penghapusan cuti bersama Nataru. Tentu yang berpikir menunda bepergian langsung meningkat drastis. Ditambah dengan pembatasan mobilitas yang lebih ketat hingga pemblokiran jalan mungkin sektor pariwisata tahun ini masih terpuruk,” ulas Bhima.

Baca juga : Wapres Minta Rakyat Melek Ekonomi Dan Keuangan Syariah

Begitu juga dengan pendukung pariwisata seperti restoran, kafe, dan tempat hiburan mungkin belum akan terisi 70 persen. Efek lain yang perlu diperhatikan adalah UMKM yang biasanya mendapat berkah dari event Tahun Baru, mulai dari pedagang kaki lima, warung-warung kecil, dan penjual aksesoris tahun baru. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.