Dark/Light Mode

Tahun Baru Sudah Lewat

Harga Sembako Kok Masih Meroket, Pak?

Rabu, 5 Januari 2022 08:10 WIB
Seorang pedagang menunjukkan minyak goreng kemasan dagangannya di Pasar Malaka, Rorotan, Jakarta, Senin (3/1/2022). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)
Seorang pedagang menunjukkan minyak goreng kemasan dagangannya di Pasar Malaka, Rorotan, Jakarta, Senin (3/1/2022). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

 Sebelumnya 
Lutfi menambahkan, kementeriannya telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan harga barang kebutuhan pokok tetap stabil. Tidak hanya minyak goreng, tetapi juga barang kebutuhan pokok lainnya.

“Stabilitas harga merupakan mandat yang diamanahkan Presiden yang kami laksanakan dengan sungguh-sungguh agar masyarakat bisa menikmati harga yang wajar,” tuntasnya.

Baca juga : Tahun Baru, Harga Baru Sembako

Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun mengingatkan Kemendag bisa mengantisipasi kenaikan harga dengan menyiapkan stok barang atau operasi pasar. Kata dia, arahan Presiden harus langsung dieksekusi. Jangan sampai sudah lewat tahun baru, harga bahan pokok masih saja melambung.

“Kemendag harus sungguh-sungguh bekerja dan mengeksekusi perintah presiden. Jangan menunggu lama dan lambat, sampai akhirnya rakyat ribut dan gaduh,” kata Rudi, kemarin.

Baca juga : Tahun Baru, Gaizka Tawarkan Fashion Sesuai Style

Pengamat pangan dari IPB, Sahara menilai, kenaikan harga pangan usai Tahun Baru disebabkan meningkatnya permintaan akibat mobilitas masyarakat yang naik. Sementara, di sisi suplainya terjadi kontraksi.

Dia mengingatkan, harga pangan tinggi saat ini berisiko berlanjut ke depannya. Pasalnya, faktor global, yaitu pupuk sebagai komponen utama produksi pangan, harganya tengah naik, khususnya di negara berkembang. Kemudian juga terdapat kenaikan harga energi, pestisida, obat-obatan, dan pengaruh kondisi cuaca.

Baca juga : Libur Tahun Baru, Sandi Cek Penerapan Prokes Di Ancol

Harga daging ayam dan telur ayam, kata dia, mengalami kenaikan lantaran kenaikan harga pakan. Sehingga produksi ayam telur tidak bisa digenjot di saat permintaan sedang naik. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.