Dewan Pers

Dark/Light Mode

BPBD Pandeglang: 738 Rumah Rusak Pasca Gempa M6,6 Sumur Banten

Sabtu, 15 Januari 2022 06:12 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro (kiri). (Foto: Antara)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro (kiri). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang melaporkan, jumlah rumah rusak akibat gempa M6,6 Sumur Banten pada Jumat (14/1) pukul 16.05 WIB, bertambah menjadi 738 unit dari sebelumnya 263 unit.

Rinciannya, 164 rumah rusak berat, 413 rusak ringan, 170 rusak sedang.

"Kemungkinan, data bangunan rumah rusak itu terus bertambah, " kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pandeglang, Girgi Jantoro di Pandeglang, seperti dikutip ANTARA, Sabtu (15/1).

Berita Terkait : BMKG Laporkan 12 Gempa Susulan Pasca Gempa M6,7 Banten

Bangunan rumah yang rusak tersebar di 27 kecamatan dan 113 desa. Paling parah di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik.

Sarana pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan tempat ibadah yang rusak meliputi 13 gedung sekolah, 14 puskesmas, 3 kantor desa, 4 masjid, dan 1 tempat usaha.

"Hingga kini, kami masih melakukan pendataan jumlah kerusakan bangunan, dan belum mendata jiwa terdampak bencana," ujar Girgi.

Berita Terkait : Gempa Sumur Banten Picu Gempa Susulan M5,7

Berdasarkan pengalaman bencana tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu di Kabupaten Pandeglang, Gigi memastikan, korban bencana gempa magnitudo 6,6 akan menempati hunian sementara (huntara) sebelum mereka mendapatkan hunian tetap ( huntap).

Selain itu, mereka juga mendapatkan jaminan kehidupan dengan menerima kebutuhan bahan pokok, lauk pauk, dan lainya.

"Kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada korban bencana, agar mereka hidup layak," tutur Girgi. [HES]