Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siapa King Maker Sesungguhnya?
Kartu Ketum Parpol Dipegang Jokowi
Rabu, 21 Desember 2022 08:00 WIB
Sebelumnya
Paloh misalnya. Kata Fitri, gamang harus memilih untuk tetap berada di pemerintahan atau memilih keluar. Mengingan Anies Baswedan, bakal capres yang diusungnya berdasarkan survei LSI, meraih suara paling besar justru dari kalangan oposisi.
“NasDem tetap di pemerintahan atau keluar dari pemerintahan agar tegas bahwa Anies Baswedan yang diusung membawa isu perubahan,” ungkap Fitri.
PDIP juga demikian. Mereka akan menghadapi situasi sulit untuk memilih partai koalisi. Apakah berlabuh ke Gerindra atau KIB.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta 21 Desember, Hadir Di 5 Lokasi
“Jika Ganjar dipilih maju sebagai capres PDIP siapa wakilnya? Mustahil cawapres Ganjar adalah Prabowo. Karena Prabowo ingin tetap menjadi capres (ini berarti tidak berkoalisi dengan Gerindra)”.
Kemudian Airlangga. Bos partai beringin itu juga dalam posisi sulit jika maju sebagai capres. Sebab elektabilitasnya hingga saat ini belum cukup. LSI memberi opsi agar Airlangga maju sebagai cawapres dari Anies atau Ganjar.
Lalu Prabowo. Mantan Danjen Kopassus itu diketahui sudah tiga kali kalah dalam kontestasi Pilpres. Ia juga disebut akan kesulitan mencari cawapres di luar PKB.
Baca juga : Teruskan Legacy Atau Jadi Antitesa Jokowi?
“Sementara PKB bersikukuh harus Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar) cawapresnya,” jelasnya.
Di tengah kegalauan para king maker itu, bagaimana posisi Jokowi? Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno tidak menampik jika 4 ketum parpol itu disebut sebagai king maker. Karena pengaruhnya memang cukup signifikan dalam menentukan konstelasi Pilpres 2024.
“Dari segi konfigurasi ya. Namun, pengaruh Presiden Jokowi untuk Pilpres 2024 tidak bisa dianggap sepele,” kata Adi saat dihubungi tadi malam.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta 18 Desember, Hadir Di 2 Lokasi
Sebagai presiden yang masih menjabat hingga Pilpres nanti, tentu punya kekuatan tersendiri dalam mempengaruhi arah politik ke depan. Pendapat Jokowi, kata dia, tentunya akan jadi pertimbangan utama bagi pimpinan parpol dalam menentukan siapa capres-cawapres yang akan diusung.
“Pastinya Jokowi powerfull. Apapun judulnua Jokowi presiden saat ini yang bisa bicara ke semua ketum parpol. Yang jelas hubungan antar king maker itu akan dinamis,” tutupnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya