Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ketua KPK Sebut Buronan Izil Azhar Tiba Di Soekarno-Hatta Sore Ini

Rabu, 25 Januari 2023 15:55 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)
Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut, buronan komisinya yang ditangkap Selasa (24/1) kemarin, Izil Azhar, akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada sore ini.

tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi pembangunan Dermaga Sabang yang dibiayai APBN 2006-2011 itu akan diterbangkan dari Aceh sekira pukul 15.30 WIB.

"Saat ini Direktur Penyidikan KPK sudah di Banda Aceh. Nanti rencana tersangka IA akan dibawa dari Aceh kira-kira jam 15.30 dan perkiraan tiba di Soetta jam 18.35 WIB," ujar Firli lewat keterangan tertulis, Rabu (25/1).

Berita Terkait : KPK Sudah Intai Buronan Izil Azhar Sejak Desember Tahun Lalu

Dia terus berkomunikasi dengan Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar terkait pemberangkatan Izil Azhar ke Jakarta. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Polda NAD yang telah membantu operasi penangkapan buron tersebut.

"Saya komunikasikan terus dengan Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar dan saya sudah menyampaikan terima kasih atas bantuan Kapolda beserta jajaran," tutur Firli.

KPK berhasil menangkap Izil Azhar di Banda Aceh pada Selasa (24/1). Pergerakan Izil Azhar sudah terendus KPK dan Polda Aceh sejak Desember 2022.

Berita Terkait : Ini 10 Besar Bandara Tersibuk Dunia, Soekarno-Hatta Nomor 9

Izil Azhar diketahui sudah berstatus daftar pencarian orang (DPO) sejak 30 November 2018.

"Benar, Selasa (24/1) dengan bantuan tim dari Polda NAD, tim berhasil menemukan DPO KPK atas nama Izil Azhar," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa (24/1).

Izil Azhar merupakan tangan kanan Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan 2017-2018. Dia tercatat sebagai salah satu anggota tim sukses Irwandi pada Pilkada Aceh 2007.

Berita Terkait : Ketua KPK Sebut Koruptor Lebih Takut Dimiskinkan Ketimbang Dipenjara

Izil Azhar juga dikenal sebagai mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Sabang.

Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi pembangunan Dermaga Sabang yang dibiayai APBN 2006-2011, setelah KPK menetapkan Irwandi Yusuf sebagai tersangka dalam kasus ini.
 Selanjutnya