Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Hari Raya Idul Adha 1444 H Jatuh Pada Hari Apa? Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

Minggu, 18 Juni 2023 20:39 WIB
Ilustrasi hewan qurban yang biasanya disembelih di Hari Raya Idul Adha. (Foto: Unsplash.com/Diyar Shahbaz)
Ilustrasi hewan qurban yang biasanya disembelih di Hari Raya Idul Adha. (Foto: Unsplash.com/Diyar Shahbaz)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari raya Idul Adha 1444 Hijriah tinggal menghitung hari. Warga Muhammadiyah sudah menetapkan tanggalnya, yakni 28 Juni 2023. Hari Rabu. Lalu kapan lebaran yang juga lazim disebut Hari Raya Qurban atau Hari Raya Haji ini digelar berdasarkan ketetapan pemerintah atau Kementerian Agama (Kemenag)?

Kemenag baru saja menggelar Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah 1444 Hijriyah di Jakarta, Minggu (18/6). Sidang tersebut dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, duta besar negara sahabat, dan jajaran Kemenag). Acara ini dimulai dengan Seminar Posisi Hilal yang disampaikan oleh Dr. Ahmad Izzudin dari Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Dalam seminar tersebut, Dr. Izzudin menjelaskan bahwa secara astronomis, posisi hilal di Indonesia saat Maghrib masih berada di bawah kriteria baru MABIMS yang ditetapkan pada 2021. Oleh karena itu, kemungkinan hilal tidak dapat teramati.

Baca juga : Prinsa Mandagie, Ajak Kaum Patah Hati Agar Bangkit

"Seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal pada 29 Zulqaidah 1444H sudah berada di atas ufuk. Namun demikian, masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat MABIMS," ujar Dr. Ahmad Izzudin.

Kriteria baru MABIMS menyatakan bahwa hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat. 

Namun, menurut Dr. Izzudin, pada saat Maghrib tanggal 18 Juni 2023, posisi bulan di Indonesia memiliki ketinggian antara 0 derajat 20 menit sampai 2 derajat 36 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 40 menit sampai dengan 4 derajat 94 menit.

Baca juga : Mau Jadi PM Thailand, Alumni Harvard Ini Hadapi Sandungan

Berdasarkan data tersebut, Dr. Izzudin menyimpulkan bahwa pada hari Ahad, 18 Juni 2023, menurut kriteria Imkan Rukyat Baru MABIMS secara teori diprediksi tidak dapat teramati. Namun, ia menambahkan bahwa kemungkinan posisi hilal akan lebih tinggi dan teramati pada hari berikutnya.

"Kalau besok, posisi hilal pasti sudah lebih tinggi dan teramati," sambungnya.

Dr. Izzudin juga menyebutkan bahwa jika data tersebut dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal, secara astronomis atau hisab, awal bulan Zulhijah 1444 Hijriyah kemungkinan jatuh pada tanggal 20 Juni 2023. 

Baca juga : Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1444 H Jatuh Pada 22 April 2023

Dengan begitu, jika 1 Zulhijjah 1444 Hijriyah jatuh pada tanggal 20 Juni 2023, maka Idul Adha yang dirayakan setiap tanggal 10 Zulhijjah jatuh pada 29 Juni tahun ini.

Sebagai informasi, Kemenag menurunkan tim rukyatul hilal di 99 titik di seluruh Indonesia untuk melaporkan hasil rukyatul hilal, yang menjadi pertimbangan dalam Sidang Isbat (penetapan) tanggal 1 Zulhijah 1444H.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.