Dark/Light Mode

Fakultas Kedokteran UGM Raih Peringkat 359 Dunia QS WUR By Subject 2024

Kamis, 2 Mei 2024 21:09 WIB
Ilustrasi kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: UGM
Ilustrasi kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: UGM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar gembira datang dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Program studi Kedokteran di FK-KMK UGM kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk ke peringkat 359 dunia dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) by Subject di tahun 2024.

Pencapaian ini disambut dengan penuh rasa bangga oleh civitas akademika FK-KMK UGM. Selain bangga, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM, Lina Choridah mengatakan pencapaian ini juga merupakan tantangan untuk terus meningkatkan ranking FK-KMK UGM di tingkat nasional maupun internasional.

"Keberhasilan ini sekaligus menjadi tantangan bagi kami di FK-KMK UGM untuk meningkatkan mutu dan reputasi kami dengan lebih baik lagi kedepannya," kata Lina dilansir laman resmi UGM.

Lebih lanjut, Lina mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen FK-KMK UGM dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi dengan unggul, terintegrasi dalam Academic Health System, dan memanfaatkan data dan teknologi informasi untuk meningkatkan status kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat.

FK-KMK UGM sendiri, kata Lina, sudah memiliki Kebijakan Strategis 2023-2027 yang salah satunya memuat internasionalisasi dan penolok ukur dengan institusi program terkemuka di dunia, terutama untuk menunjang program-program yang berbasis teknologi kedokteran dan kesehatan yang berorientasi transdisiplin dan bersifat translasional. 

Baca juga : Gelas Kertas Ramah Lingkungan APP Dukung The RunCzech Marathon

“Untuk mendukung hal tersebut, FK-KMK UGM telah menjadi penyelenggara riset yang mendukung terciptanya publikasi berkualitas tinggi, memberikan dampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Lembaga QS WUR menggunakan lima indikator untuk menilai peringkat bidang studi terkait dengan reputasi akademik, reputasi lulusan, sitasi per jurnal ilmiah, indeks produktivitas, dan dampak hasil publikasi, serta kerja sama publikasi internasional. 

Lina menyebutkan, ada sejumlah program penunjang akademik yang selama ini dilakukan FK-KMK UGM, di antaranya inovasi program guest lecture. 

"Di masa lampau, kegiatan guest lecture hanya melibatkan narasumber dari luar," jelas Lina.

Namun, saat ini FK-KMK UGM menghadirkan terobosan dengan melakukan kolaborasi dengan universitas atau lembaga tempat narasumber berasal. Hal ini membuka peluang bagi para mahasiswa untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas dan mendalam dari berbagai perspektif.

Baca juga : Duet Kesit dan Theo M Yusuf Diyakini Tingkatkan Kinerja PWI Jaya 2024-2029

Selain itu, FK-KMK UGM juga melakukan perbaikan kurikulum secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa para mahasiswa mendapatkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Proses ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti tim perancang kurikulum, dosen, mahasiswa, dan stakeholder lainnya.

FK-KMK UGM juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas riset dengan melakukan pengembangan fasilitas riset dan mengoptimalkan fasilitas-fasilitas bersama.

"Hibah penelitian telah diprioritaskan pada RKAT dan dari kami juga menambah support seperti langganan layanan proofread dan grammar check," papar Lina.

Hal ini bertujuan untuk mendukung para peneliti dalam melakukan penelitian yang berkualitas dan berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Lewat Digitalisasi, Bank DKI Raih Penghargaan Indonesia Best 50 CEO 2024

Untuk memperkuat reputasi lulusan, FK-KMK UGM terus memperkuat lingkungan akademik untuk menjamin lulusan yang berkualitas dan mendorong pengembangan keilmuan. 

Saat ini, lebih dari 75 persen dari staf pengajar di FK-KMK UGM telah mencapai tingkat guru besar. "Dari total 640 tenaga pengajar, sekitar separuhnya juga telah mencapai gelar doktor, sementara sisanya telah menjabat sebagai SP2 atau konsultan," ujarnya.

FK-KMK UGM tidak hanya fokus pada pengembangan mahasiswa, tetapi juga alumni. Kegiatan seperti annual scientific meeting dan berbagai program pengembangan lainnya dilaksanakan untuk memperkuat jaringan alumni dan meningkatkan peran mereka dalam mendukung kemajuan FK-KMK UGM.

"Di kedokteran sendiri, sesama lulusan dianggap saudara dan sudah tercantum juga pada sumpah dokter," papar Lina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.