Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kolaborasi AIHII dan FPCI Gelar Kegiatan Foreign Policy Insight
Sabtu, 15 Juni 2024 22:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar kegiatan “Foreign Policy Insight”, di Auditorium Prof Hasjim Djalal, FPCI, Sudirman, Jakarta, Senin (3/6). Kerja sama ini merupakan implementasi MoU antara FPCI dan AIHII untuk menggali pengalaman para diplomat dalam bernegosiasi dengan pihak-pihak terkait.
Program ini dirancang untuk mengadakan diskusi mendalam dengan praktisi hubungan internasional, seperti mantan duta besar dan diplomat, mengenai kebijakan luar negeri yang belum pernah dibahas atau dipublikasikan dalam artikel atau jurnal ilmiah.
Ketua AIHII Agus Haryantonmenjelaskan, acara ini diharapkan memberikan pengetahuan buat akademisi Hubungan Internasional (HI) dan masyarakat luas mengenai proses diplomasi yang telah dilakukan langsung dari sumber praktisi. Hal ini sejalan dengan tujuan AIHII sebagai asosiasi yang juga dapat menjalankan fungsi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat untuk lebih memahami fenomena-fenomena dalam hubungan internasional.
Baca juga : Kolaborasi Bank Jago Dan Bibit, Kenalkan Cara Investasi Pada Anak Muda
Kepala Bidang Kerja Sama AIHII Irma Indrayaninmengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu bentuk kongkret kegiatan dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dalam acara “Foreign Policy Insight” di samping seminar, konferensi dan bentuk kegiatan lainnya. “Foreign Policy Insight” menjadi spesial karena menggali pengalaman para diplomat dalam bernegosiasi dengan pihak-pihak terkait secara langsung dari sumbernya.
“Semoga acara ini dapat memberikan wawasan kepada akademisi Hubungan Internasional khususnya dan masyarakat luas pada umumnya mengenai proses diplomasi yang telah dijelaskan langsung oleh praktisi dan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan,” harap Irma.
Foreign Policy Insight perdana ini menjelaskan tentang ASEAN Outlook on the Indo–Pacific (AOIP) yang merupakan kerangka kerja penting yang diadopsi oleh ASEAN pada 2019, bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga : AMANAH Gandeng Indonesian Fashion Chamber Gelar Pelatihan Fashion Designer Di Aceh
AOIP menjadi semakin relevan mengingat geopolitik strategis kawasan ini dan potensi meningkatnya ketegangan diantara major power. Kerangka kerja ini mendorong dialog dan kerja sama yang terbuka dan inklusif antara negara-negara di kawasan tersebut.
Laode Muhamad Fathun selaku discussant menggali lebih dalam apakah konsep Indo-Pasifik usulan dari AS, Australia, Jepang mempengaruhi pemikiran konsep AOIP. Selain itu juga mempertanyakan mengapa AOIP memfokuskan kebijakannya terhadap empat pillar; Maritim, Ekonomi, Konektivitas, dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini dihadiri Robert Matheus Michael Tene selaku narasumber. Ia adalah mantan Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk ASEAN Political Security Community sebagai salah satu pihak yang berperan dalam pembentukan ASEAN Outlook on The Indo-Pacific (AOIP). Sedangkan penanggap dipimpin Agus Haryanto, perwakilan Universitas Jendral Soedirman, Laode Muhamad Fathun sebagai perwakilan UPN “Veteran” Jakarta, dan Irma Indrayani sebagai perwakilan dari Universitas Nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya