Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Relasi politik PDIP dengan Jokowi dinilai banyak kalangan sudah berakhir. Namun, Ketua DPP PDIP Puan Maharani tetap menunjukkan sikap akrab kepada Jokowi. Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini, juga tidak pernah menunjukkan perasaan sakit hati atau hard feeling terhadap anak dan mantu Jokowi.
Suasana kebatinan Puan itu tampak saat dimintai komentar soal anak dan mantu Jokowi yaitu Kaesang Pangarep dan Bobby Nasution yang digadang-gadang jadi calon kepala daerah di Pilkada mendatang. Berbeda dengan elite PDIP seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang kerap berkomentar dengan menyisipkan kritik, Puan justru selalu menunjukkan komentar yang lebih lembut, sambil menyisipkan kata-kata pujian.
Lihat saja komentar yang disampaikan Puan saat mengomentari mantu Jokowi, Bobby Nasution, yang akan maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara. Bobby yang menjabat sebagai Wali Kota Medan itu adalah suami Kahiyang Ayu, putri kedua Jokowi.
Saat ditanya apakah mungkin PDIP akan ikut mengusung Bobby sebagai Cagub Sumut, Puan memberikan komentar diplomatis. Kata dia, sampai saat ini partainya belum mengambil keputusan siapa yang akan diusung di Pilgub Sumut. Partainya masih melakukan kajian dan menimbang-nimbang.
"Sampai sekarang belum ada keputusan (DPP), tapi bisa saja dukung Bobby," kata Puan, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (5/7/2024).
Baca juga : Sukiman Siap Dampingi Gita Ariadi Maju Pilgub NTB 2024
Komentar senada disampaikan Puan saat mengomentari kemungkinan Kaesang Pangarep yang didorong maju di Pilgub DKI Jakarta dan Pilgub Jawa Tengah. Kaesang adalah Ketua Umum PSI dan juga putra bungsu Jokowi.
Dalam survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis pekan lalu, elektabilitas Kaesang melesat. Dalam simulasi tertutup, elektabilitas Kaesang menjadi yang paling tinggi dibanding nama lain seperti Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Pacul Wuryanto, dan eks Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Menanggapi elektabilitas Kaesang yang melesat itu, Puan ikut memberikan pujian. Perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR itu tak mempersoalkan hasil survei tersebut. Malah ikut memberikan acungan jempol.
"Nggak apa-apa, bagus," puji Puan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu tidak menaruh curiga dengan hasil survei tersebut. Seolah wajar saja kalau elektabilitas putra bungsu Jokowi itu lebih tinggi dari para kader PDIP, seperti Bambang Pacul dan mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. "Bagus Kaesang," ujarnya, sambil mengacungkan tanda jempol.
Baca juga : PSS Sleman Makin Kental Aroma Brasil
Lalu, apakah PDIP akan mempertimbangkan Kaesang sebagai cagub? "Iya dong, jadi salah satu pertimbangan juga," kata Puan, sambil tersenyum antusias.
Wasekjen PDIP, Utut Adianto ikut menjelaskan relasi PDIP dan Presiden Jokowi. Kata dia, PDIP adalah partai pengusung utama Jokowi. Ada lima kader PDIP yang masih menjadi menteri di pemerintahan Jokowi. Utut pun menegaskan PDIP tidak pernah berseberangan dengan Presiden.
"Tentu sekali lagi PDIP masih menjadi partai pemerintah. Kami menjadi partai pengusung pemerintah, pengusung dan pendukung utama. Jadi ini belum ditarik," kata Utut di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/7).
Saat ditanya peluang PDIP berhadapan dengan Jokowi di Pilkada Jateng 2024, kata Urut, perbedaan kandidat yang didukung sebagai hal yang biasa. Namun, PDIP akan tetap melihat dinamika politik yang berkembang di lapangan.
"Kami tidak pernah berseberangan dengan Pak Jokowi, kalau beda kandidat ya wajar karena keyakinannya beda," kata dia.
Baca juga : Prabowo Senang Dijenguk Jokowi
Sementara, Pengamat Politik dari Indonesia Politik Opinion (IPO), Dedi Kurniansyah menilai, tak aneh dengan sikap Puan tersebut. Sikap Puan yang lebih santai dan terbuka ini sudah terlihat sejak Pilpres berakhir. Misalnya dalam menyikapi soal hak angket kecurangan pemilu. Dibanding elite PDIP yang lain yang lebih keras, sikap Puan justru bersikap luwes dan berusaha meredam situasi.
Begitu juga dengan Jokowi dan keluarganya. Jika elite PDIP lain menyuarakan penolakan terhadap Jokowi, Puan justru bersikap luwes dan menunjukkan bisa berkomunikasi dengan siapa saja.
"Mbak Puan bisa menjadi jembatan komunikasi antara Bu Mega dan Pak Jokowi," kata Dedi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya