Dark/Light Mode

Kemendagri Presentasikan Kemajuan Kota Cerdas di Forum ASCN

Jumat, 2 Agustus 2024 21:54 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Plh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Amran memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Tahunan ke-7 ASEAN Smart City Network (ASCN) di Luang Prabang, Laos.

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Ditjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri, KBRI Laos, Chief Smart City Officer (CSCO) dari Kabupaten Banyuwangi, Kota Makassar, Kabupaten Sumedang serta perwakilan Universitas Katolik Parahyangan, dan ASECH Indonesia.

Amran menyampaikan ringkasan kegiatan ASCN selama Keketuaan Indonesia untuk ASCN tahun 2023.

Menurutnya, ASCN Annual Meeting ke-6 berisi Discussion Series yang terdiri dari 4 topik, yaitu Industry and Innovation, Quality Environment (Safety, Security, and Built Infrastructure, dan Civic), Social, Health, and Well-Being.

Pada pertemuan tersebut Indonesia juga telah resmi terpilih menjadi ASCN Shepherd untuk periode 2023-2025.

Baca juga : Piala Presiden 2024, Macan Kemayoran Fokus Kejar Peringkat 3

"Selama Keketuaan Indonesia juga telah dilaksanakan kerja sama dengan mitra eksternal untuk memperluas peluang investasi melalui penyelenggaraan ASEAN-Norway Business, Policy and Stakeholder Engagement on Circular Economy and Smart Cities Solutions," kata Amran dalam keterangan resminya, Jumat (2/8/2024).

Adapun, Jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart City Network (ASCN) adalah platform bagi kota-kota dari sepuluh negara anggota ASEAN bekerjasama mewujudkan pembangunan perkotaan yang cerdas dan berkelanjutan dengan menggunakan teknologi sebagai pendukung.

Hingga saat ini ASCN telah memiliki 31 kota percontohan untuk mewujudkan tujuan bersama, yaitu pembangunan perkotaan yang cerdas dan berkelanjutan.

Di antaranya ada kota-kota percontohan seperti DKI Jakarta, Kota Makassar, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Sumedang.

Masing-masing dari kota-kota tersebut dipimpin oleh Chief Smart City Officer (CSCO) dan pada tingkat nasional akan diwakili oleh National Representative (NR).

Baca juga : Besok, Macan Kemayoran Siap Hadapi Borneo FC

Dalam sidang ini, masing-masing CSCO juga mempresentasikan kemajuan, tantangan, dan rencana yang akan dilaksanakan di bawah ASCN Smart City Action Plans (SCAPs).

Contohnya, Kabupaten Sumedang mempresentasikan mengenai kesuksesan menurunkan angka stunting dari 32,2 persen pada 2018 menjadi 7,89 persen pada 2023. Indeks e-Gov meningkat dari 2,4 pada tahun 2018 menjadi 4,14 pada tahun 2023 melalui inovasi data driven government framework.

Kemudian, Kota Makassar menyajikan sistem Sombere and Smart City sebagai platform dan induk kota pintar bagi Makassar, layanan telemedicine (Home Care dottoro ta), layanan pajak terintegrasi (Pakinta), serta inovasi lorong wisata dan pengembangan UMKM berbasis digital (Makassar Incubator Center).

Sedangkan, Kabupaten Banyuwangi memaparkan mengenai Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital yang telah mempermudah pengurusan 43 jenis dokumen kependudukan melalui mobile phone, dan bisa dicetak langsung.

Lalu, program Banyuwangi Tanggap Stunting dan Inovasi Homestay Naik Kelas sebagai program peningkatan kualitas homestay dari sisi SDM, pelayanan, hingga sarana prasarana guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang menginap di homestay.

Baca juga : Kementan Sukses kembangkan Varietas Padi Unggul Di Merauke

Selain itu, Amran juga memaparkan bahwa Indonesia telah memperoleh beragam dukungan dari mitra eksternal dalam pengembangan kota cerdas.

"Di antaranya dukungan proyek pembangunan global melalui Official Development Assistance (ODA) Fund.dari Republik Korea dalam pembangunan Ibu Kota baru Indonesia," ujarnya.

Kemudian studi kelayakan pengembangan 'Banyuwangi Smart Kampung' dari Ministry of Land, Infrastructure, Transport, and Tourism, Jepang, melalui Japan ASEAN Mutual Partnership (JAMP).

"Perkembangan positif yang telah dicapai kabupaten dan kota pilot project akan semakin mendukung pengembangan kota cerdas serta secara konkret mengakselerasi percepatan investasi berkelanjutan di Indonesia," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.