Dark/Light Mode

Luhut Ucapkan Perpisahan Ke Jokowi

“Bapak Akan Jadi Kenangan”

Kamis, 8 Agustus 2024 08:00 WIB
Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersalaman saat peresmian pabrik baterai lithium di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2024). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersalaman saat peresmian pabrik baterai lithium di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2024). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

 Sebelumnya 
“Kredibilitas dan kepercayaan jadi faktor kunci yang harus kita pertahankan,” pungkasnya.

Usai berpidato, Luhut turun dari podium untuk kembali ke kursinya. Sebelum duduk, Luhut berdiri tegap dan memberi hormat kepada Jokowi. Kepala Negara yang sedang duduk membalas hormat dengan menganggukkan kepala.

Setelah itu, Jokowi gantian naik ke atas panggung. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, perjuangan untuk melakukan hilirisasi nikel tidak mudah. Sederet protes muncul, baik dari dalam negeri hingga Uni Eropa (UE) mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Tapi saya sampaikan negara ini adalah negara yang berdaulat, kepentingan nasional adalah segala-galanya buat kita. Tidak bisa kita didikte oleh siapapun,” ujarnya.

Baca juga : Menhan Beri Pembekalan

Pemerintah, kata Jokowi tidak bisa mundur dalam kebijakan hilirisasi. Ia pun menginstruksikan kepada para menteri agar maju terus. Kalau digugat kalah, banding lagi.

“Nanti kalau kalah lagi, tapi kita sudah punya industri ekosistem besar dari EV maupun EV baterai sudah kita miliki,” terang Jokowi.

“Jadi yang kita impikan sebuah ekosistem besar kendaraan listrik yang kuat dan terintegrasi satu per satu mulai kelihatan,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, secara personal, ucapan perpisahan itu justru sebuah ungkapan apresiasi atas capaian Jokowi selama 10 tahun menjadi Presiden. Bahkan suatu pujian karena Jokowi konsisten terhadap hilirisasi yang menjadi tonggak sejarah perekonomian bangsa.

Baca juga : ARB Harap Prosesnya Demokratis & Terbuka

Secara institusional, Luhut juga mengingatkan kepada menteri Jokowi untuk terus mengawal hilirisasi.

“Khususnya di sisa pemerintahan. Termasuk secara tak langsung kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto,” ulas Baskoro saat dihubungi, Rabu (7/8/2024) malam.

Di samping dua hal tadi, Baskoro memprediksi, ucapan tersebut sebagai pertanda bahwa Luhut tak masuk di jajaran kabinet Prabowo-Gibran. Namun, masih akan bersama-sama Jokowi. “Ada kemungkinan Luhut tak lagi menjadi menteri. Namun, tetap dilibatkan dalam Keanggotaan Dewan Pertimbangan Agung sebagaimana Presiden Jokowi,” urai Baskoro.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan, ucapan itu sebagai kesan bahwa Luhut cukup terharu, bahkan mengapresiasi Jokowi. Karena di mata Luhut, Jokowi banyak meninggalkan hal yang membanggakan. Mulai dari infrastruktur, ekonomi, hukum, dan lainnya.

Baca juga : Herdiat-Yana Borong Parpol Non Parlemen

Lagipula, sebagai orang dekatnya Jokowi, Luhut pasti terenyu perasaannya karena harus berpisah dengan Jokowi dalam hitungan bulan. “Jadi pesan itu yang paling mungkin untuk bisa ditangkap,” ulas Adi, tadi malam.

Selain itu, Luhut dinilai ingin menunjukkan kedekatannya dengan Jokowi. “Luhut melihat Jokowi sebagai pemimpin yang telah banyak berkontribusi dan berjasa untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. BCG/MEN

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 8 Agustus 2024 dengan judul Luhut Ucapkan Perpisahan Ke Jokowi, “Bapak Akan Jadi Kenangan”

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.