Dark/Light Mode

Presiden Jokowi Jajal Kereta Otonom Di IKN, Lebih Murah Dari MRT Dan LRT

Rabu, 14 Agustus 2024 10:01 WIB
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri usai menjajaln kereta otonom atau Autonomous Rapid Transit di Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri usai menjajaln kereta otonom atau Autonomous Rapid Transit di Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memastikan bahwa transportasi massal di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan berbasis energi hijau. Salah satu opsi yang digunakan adalah menggunakan Autonomous Rapid Transit (ART), yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. 

"Selain murah, itu energinya, energi hijau," ujar Jokowi usai menjajal ART bersama sejumlah menteri di IKN, seperti dilihat di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (14/8).

Presiden mengatakan bahwa ART sudah bisa digunakan di IKN, termasuk saat perhelatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-79 nanti. 

Baca juga : Cek Lapangan Upacara HUT RI Di IKN, Menko Hadi: Lebih Luas Dari Di Jakarta

"Kalau kita gunakan ART ini, jalanan memang harus lebar, dan jalan di IKN memang sudah didesain lebar. Cukup untuk itu," jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyoroti kebutuhan transportasi massal berbasis energi hijau di kota-kota lain di Indonesia. Seperti di Surabaya, Makassar, Medan, dan Bandung.

Menurut Presiden, biaya pembangunan ART ini jauh lebih murah dibandingkan dengan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT). 

Baca juga : Istana: Presiden Jokowi Sangat Menghormati Ibu Mega

"Kalau kita pengen ini, harganya kira-kira Rp 70-an miliar, satu unitnya. Nah kalau kita membangun MRT, itu perkilonya Rp2,3 triliun. Kalau kita mau membangun LRT, itu kurang lebih Rp 700 miliar per kilometer. Bedanya di situ. Ini tidak berbasis rel. Lebih murah. Infrastruktur dasarnya kita pakai jalan yang ada," paparnya.

Namun, Jokowi juga mengakui adanya kendala dalam penerapan ART di beberapa kota karena lebar jalan yang tidak memadai. 

"Problemnya, hampir di semua kota, jalannya kurang lebar. Itu masalahnya. Tidak semua kota bisa memakai ART ini," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.