Dark/Light Mode

Pilwalkot Bogor, Rena Da Frina Bisa Dongkrak Suara Atang

Kamis, 22 Agustus 2024 09:20 WIB
Rena Da Frina. (Foto: Ist)
Rena Da Frina. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Peneliti Puspoll Indonesia, Luqmanul Hakim menilai, langkah PKS yang bakal menduetkan jagoannya, Atang Trisnanto dengan tokoh perempuan, bisa jadi terobosan yang tepat untuk memenangkan Pilkada Kota Bogor. Apalagi pihaknya mencatat, pemilih ibu rumah tangga di Kota Bogor ini terbilang dominan, lebih dari 37 persen.

Luqman menuturkan, PKS memang merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri dalam Pilkada Kota Bogor ini. Dengan 11 kursi di DPRD Kota Bogor, PKS merekomendasikan Ketua DPC PKS yang juga Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto sebagai bakal calon Wali Kota, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

"Jadi itu salah satu modal yang luar biasa. Cuma problemnya, ada di figur Pak Atang. Walaupun dia juga sebagai Ketua DPRD Kota Bogor, ternyata elektabilitasnya masih belum terlalu tinggi," kata Luqman kepada Rakyat Merdeka, Rabu (21/8/2024).

Dengan rencana PKS memprioritaskan tokoh perempuan sebagai pendamping Atang Trisnanto di Pilkada Kota Bogor, menurutnya, bisa jadi merupakan strategi yang bagus untuk pemenangan Pilkada. Apalagi, pihaknya mencatat tingkat pemilih perempuan di Kota Bogor ini sangat dominan. Makanya, dia tidak heran jika sejumlah tokoh-tokoh perempuan seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) non aktif Rena Da Frina, dan Anida Alivia memiliki elektabilitas cukup tinggi di kalangan masyarakat Bogor.

Puspoll Indonesia, kata dia, baru-baru ini melakukan survei Preverensi Politik Masyarakat Menjelang Pilkada Serentak Kota Bogor Tahun 2024. Pengumpulan data dilaksanakan dari 28 Juli - 3 Agustus 2024 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur, dengan jumlah sampel sebanyak 440 responden, margin of error +/-4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga : Rena Da Frina Bisa Dongkrak Suara Atang Trisnanto Di Pilkada Bogor

Hasilnya, jika Pilkada dilakukan hari ini, sekitar 22,3 persen menyatakan memilih Rena Da Frina, yang sekaligus menempatkannya di peringkat tiga. Sementara diatasnya masing-masing Dedie Abdu Rachim 25,5 persen, dan dr. Raendra Rayendra 23,9 persen. Adapun Atang Trisnanto sebesar 18,6 persen, dan menyatakan tidak tahu/tidak jawab 9,6 persen. Survei ini jika simulasi dilakukan terhadap 4 calon.

Sementara jika ditanyakan siapa wakil walikota Bogor yang akan dipilih, Rena Da Frina di peringkat dua dengan elektabilitas 14,2 persen. Di peringkat pertama ada Sendi Ferdiansyah dengan 15,1 persen. Berikutnya di bawah Rena, ada Rusli Prihatevy dengan 11,7 persen, Anida Alivia 9,7 persen, dan Jenal Muttaqin 6 persen.

Puspoll Indonesia juga melakukan simulasi terhadap calon. Hasilnya, Dedie Abdu Rachim-Rena Da Frina 30,4 persen, Raendi Rayendra-Aji Jaya Bintara 24,8 persen, Atang Trisnanto-Anida Alivia 18,9 persen, Jenal Muttaqin-Rusli Prihatevy 15,5 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 10,5 persen.

Simulasi lainnya, Dedie Rachim-Rusli 29,4 persen, Rayendra-Rena 27,8 persen, Atang-Anida 19,1 persen, Jenal-Sendi 15,3 persen dan tidak tahu/tidak jawab 8,5 persen. Sementara jika Dedie-Rusli 29,1 persen, Rayendra-Dadang Iskandar 24,2 persen, Rena-Sendi 23,8 persen, Atang-Anida 15,5 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 7,5 persen.

"Itukah kenapa kemarin nama-nama seperti Bu Rena, Anida, cukup tinggi tingkat eletabilitasnya, baik wali kota maupun sebagai wakil. Jadi itu bisa jadi pendongrak suara dari Pak Atang," ujarnya.

Karena itu, dia menilai, langkah PKS untuk menggandeng tokoh perempuan merupakan strategi yang bagus untuk menghadapi Pilkada Kota Bogor ini. Terlebih secara demografi di Kota Bogor  ini, pemilih ibu rumah tangga masih mendominasi, lebih dari 37 persen.

Baca juga : Warga Babakan Pasar Doakan Pencalonan Rena Da Frina

Lantas siapa figur yang tepat untuk mendampingi Atang, Luqmanul mengatakan, harus dilakukan survei dahulu. Apalagi yang masuk radar di PKS ini, selain Rena dan Anida, ada juga Ketua DPC PKB Kota Bogor Dewi Fatimah, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah.

"Di radar survei kita, kemarin hanya dua nama tokoh perempuan yang masuk ya. Ada Anida, ada Bu Rena yang cukup tinggi secara elektabilitasnya. Nama-nama lain, belum masuk dalam survei kita," katanya.

Tapi yang jelas, Luqmanul menilai, dengan waktu yang semakin mepet, akan cukup berat untuk menaikkan elektabilitas dari kandidat tersebut. Kecuali, jika tokoh partai perempuan tersebut punya basis, maka ini bisa menjadi opsi. Seperti Dewi Fatimah, yang menurutnya, sebagai ketua partai, tentu memiliki basis pemilih. Dan Rrena Da Frina, secara latar belakang merupakan PNS, pernah jadi camat, lurah, dan saat ini menjabat Kadis PUPR Kota Bogor.

"Itu bisa jadi salah satu pertimbangan Pak Atang kalau memang mau menggaet tokoh perempuan," katanya.

Namun demikian, Luqmanul menilai, Atang Trisnanto-Rena Da Frina ini bisa menjadi kombinasi yang menarik di Pilkada Kota Bogor. Pasalnya, dengan latar belakang Atang Trisnanto yang Ketua DPRD Kota Bogor dan Ketua DPC PKS, disandingkan dengan Rena yang merupakan PNS, Kadis PUPR, pernah jadi camat dan lurah, bisa menjadi chemistry yang saling menguatkan.

"Bu Rena dengan pengalamannya di Pemerintahan menjadi salah satu primadona baru untuk dijadikan wakil walikota Bogor. Terlebih dia juga bagian dari Pemerintahan walikota sebelumnya. jadi pasti lebih mengetahui permasalahan apa yang mendesak untuk segera diselesaikan di Kota Bogor," tambahnya.

Baca juga : Peringati HUT RI Ke-79, Rena Da Frina Ingatkan Pentingnya Persatuan

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Jawa Barat (Jabar) Putih Kota Bogor, Angga Alan Surawijaya menegaskan, PKS Kota Bogor memprioritaskan tokoh perempuan untuk mendampingi bakal calon Walikota Bogor yang diusung partainya, Atang Trisnanto pada Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Bogor 2024.  .

"Itu karena kita ingin betul-betul mendapatkan format yang terbaik untuk Pilkada Kota Bogor," kata Angga.

Angga memastikan, pihaknya memastikan untuk Bogor ini, bakal calon Wali Kota yang diusung adalah dari kader, yakni Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Adapun untuk pendampingnya, pihaknya fokus pada aspek-aspek yang bisa mengisi kekosongan. Soal kekosongan ini, Angga mengungkapkan bahwa  pendamping Atang kemungkinan besar adalah tokoh perempuan.

"Jadi ini bocoran halus salah satu prioritas mungkin pasangannya dari kaum perempuan. Walaupun sekali lagi tidak menutup kemungkinan kalau ada calon lain yang bukan perempuan tapi secara chemistrinya masuk dan ya sama-sama siap berjuanglah," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.