Dark/Light Mode

Elektabilitas Fantastis

Rena Da Frina Bisa Jadi Kuda Hitam Di Pilwalkot Bogor

Selasa, 13 Agustus 2024 18:04 WIB
Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bogor, Rena Da Frina. Foto: Istimewa
Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bogor, Rena Da Frina. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil survei terkini Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bogor menunjukkan, nama Dedie Abdu Rachim masih berada di peringkat teratas dari kandidat lainnya. Namun demikian, hasil survei menemukan, elektabilitas Dedie stagnan, selalu berada di bawah 25 persen.

Hal tersebut tergambarkan dalam laporan survei Preverensi Politik Masyarakat Menjelang Pilkada Serentak Kota Bogor Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Puspoll Indonesia.

Pengumpulan data dilaksanakan dari 28 Juli hingga 3 Agustus 2024 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur, dengan jumlah sampel sebanyak 440 responden, margin of error +/-4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, jika Pilwalkot Bogor dilaksanakan hari ini, ada sekitar 20,2 persen responden menyatakan memilih Dedie Rachim. Disusul dr. Rayendra 18,1 persen, dan Rena Da Frina 17,7 persen.

Baca juga : Rena Da Frina Dan Rusli Mesra, Bakal Duet Di Pilwalkot Bogor?

Berikutnya Sendi Ferdiansyah 12 persen, Atang Trisnanto 9,1 persen, Rusli Prihatevy 7,9 persen, Jenal Mutaqin 2,7 persen, Dadang Iskandar Danubrata 0,7 persen, dan yang menyatakan tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 11,6 persen.

Akan tetapi, jika dilakukan simulasi terhadap jumlah kandidat, perolehan elektabilitas Dedie Rachim tidak signifikan. Puspoll Indonesia menemukan, jika simulasi dilakukan terhadap 6 calon, elektabilitas mantan Wakil Wali Kota Bogor ini hanya bertambah 24,6 persen, Rayendra 22,8 persen, Rena 20,5 persen, Sendi 11,6 persen, Atang Trisnanto 11,0 persen, Jenal Mutaqin 5,2 persen dan tidak tahu/tidak jawab 4,3 persen.

Namun jika simulasi dilakukan menjadi 5 calon, elektabilitas Dedie malah turun menjadi 24,4 persen, Rayendra 22,3 persen, Rena 21,7 persen, Atang Trisnanto 15,1 persen, Sendi 12,6 persen dan tidak tahu/tidak jawab 3,9 persen.

Sementara jika simulasi dilakukan terhadap 4 calon, Dedie 25,5 persen, Rayendra 23,9 persen, Rena 22,3 persen, Atang Trisnanto 18,6 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 9,6 persen.

Baca juga : Dedie, Rayendra, Dan Rena Bersaing Ketat Di Pilwalkot Bogor

"Ya kalau kita lihat Pak Didie ini kan stagnan yak. Karena mungkin masyarakat belum bisa memutuskan," kata peneliti Puspoll Indonesia, Lukmanul Hakim, belum lama ini.

Menurut Lukmanul, elektabilitas Dedie Rachim stagnan di angka 20 hingga 26 persen. Namun situasi berbeda justru dialami oleh pesaingnya, politisi PDI Perjuangan dr. Rayendra yang justru elektabilitasnya naik terus bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Bogor Rena Da Frina.

"Jadi kuda hitamnya di Bu Rena sebenarnya yang baru muncul, baru mulai akhir Juli lalu. Tapi bisa meraih simpati publik," terangnya.

Karena itu, dia menilai Pilwalkot Bogor masih sangat dinamis. Apalagi dari survei itu, baru sekitar 50-an persen dari responden yang mengaku bahwa pilihan mereka sudah mantap untuk Pilwalkot Bogor ini.

Baca juga : 5 Ribu Relawan Siap Sukseskan Rena Di Pilwalkot Bogor

Sementara masih ada sekitar 30-an persen pemilih yang belum menyatakan memilih, alias swing voters (pemilih mengambang).

"Yang ditunggu masyarakat ini kan kepastian. Nah ini yang sampai saat ini belum ada kepastian dari calon-calon akan maju atau tidak. Semuanya menunggu rekomendasi partai," tambahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.