Dark/Light Mode

Alibi Gazalba Soal Asal Usul Dolar Miliknya

Nemu Permata Di Australia, Dijual Mahal Di Singapura

Selasa, 27 Agustus 2024 06:10 WIB
Hakim Agung Gazalba Saleh menjalani sidang pemeriksaan terdakwa perkara gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (26/8/2024). (Foto: Istimewa)
Hakim Agung Gazalba Saleh menjalani sidang pemeriksaan terdakwa perkara gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (26/8/2024). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
"Kalau dirupiahkan berapa?" cecar jaksa.

"Saya tidak ingat lagi. Bisa lihat catatan nggak? Saya ada catatan," kata Gazalba, lalu berusaha membuka isi tasnya. "Nggak ada."

Menurut Gazalba, seluruh uang hasil penjualan pertama dibawa ke Tanah Air. Lalu dipinjamkan kepada seorang pengusaha tambang bernama Irvan.

"Bagaimana Saudara kenal­nya sama Pak Irvan ini?" jaksa kian penasaran.

"Saya kenalnya ketika di musala mal," jawab Gazalba.

Baca juga : Ria Andrews, Lahirkan Anak Stefan William

Menurutnya, pinjaman awal diberikan sesuai kesepakatan, tapi Gazalba lupa jumlahnya. Dari memberikan pinjaman ini, Gazalba mendapat untung 20-35 persen.

Keuntungan usaha pertambangan sangat besar yakni dari kerja sama dengan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), kerja sama dengan pihak pengangku­tan (delivery), dan bekerja sama dengan perusahaan smelter.

Gazalba mengatakan, kerja sama dengan Irvan berlangsung beberapa kali. Menurutnya, keuntungan yang didapat luma­yan. Namun kerja sama pinjam-meminjam uang ini terhenti, lantaran Irvan meninggal dunia karena Covid-19.

"Kemudian sampai di 2017, ada nggak uang itu, Pak?" lanjut jaksa.

"Masih ada, Pak," jawab Gazalba.

Baca juga : DPR Berusaha Pulihkan Kepercayaan Rakyat

"Saudara kan 2017 diangkat sebagai hakim agung ya. Ada nggak dilaporkan di LHKPN uang itu?" korek jaksa.

"Akan saya laporkan nanti, Pak," kilah Gazalba.

"Itu 2017, sudah berapa lama itu? Ada bukti tertulis nggak Anda menjual batu permata itu?" cecar jaksa.

"Lagi dicari," ujar Gazalba beralasan.

Keterangan Gazalba tidak konsisten mengenai penjualan permata temuannya ini saat menjawab pertanyaan Aldres Napitupulu, tim penasihat hu­kumnya.

Baca juga : Jadi Cagub Banten dari PDIP, Airin Tak Dikasih Tiket oleh Bahlil

"Tadi kan Bapak nemu per­mata di Australia, Bapak jual ke Singapura. Bapak ke Singapura kapan, sesudah atau sebelum jadi hakim ad hoc Tipikor?" tanya Aldres.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 27 Agustus 2024 dengan judul Alibi Gazalba Soal Asal Usul Dolar Miliknya, Nemu Permata Di Australia, Dijual Mahal Di Singapura

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.